Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Unilever Hentikan Iklan Produk Es Krim

Senin 17 Feb 2020 08:34 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Es Krim Walls produksi Unilever.

Es Krim Walls produksi Unilever.

Foto: Google
Unilever juga tidak akan menampilkan selebriti atau influencer media sosial di iklan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Unilever akan menghentikan promosi produk es krim sebagai upaya mencegah obesitas pada anak. Pada akhir tahun ini, promosi makanan dan minuman Unilever untuk anak-anak di bawah 13 tahun di semua platform media akan dihentikan.

Unilever punya beberapa produk khusus untuk anak-anak seperti produk premium Ben & Jerry’s dan Talenti, es krim Breyers, Klondike dan Good Humor, juga Magnum, Cornetto, Viennetta, Choc Ice.

World Health Organization (WHO) menyebut obesitas pada anak telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius di abad 21 ini. "Ini menjadi alasan utama Unilever untuk berkomitmen pada prinsip promosi dan iklan baru," kata Unilever dalam pernyataan, dilansir di Washington Post, Sabtu (15/2).

Unilever menyebut 25 persen penonton dari iklan di televisi dan media lain adalah anak-anak. Sehingga platform tersebut tidak akan lagi menayangkan iklan produk. Unilever juga menghentikan promosi di sekolah-sekolah.

Termasuk, tidak akan menampilkan selebriti atau influencer media sosial di iklan. Juga tidak akan menggunakan lisensi karakter kartun atau tokoh anak-anak di produk-produk Unilever untuk anak berusia di bawah 12 tahun.

Tingkat obesitas pada anak dan remaja sendiri sudah meningkat tiga kali lipat sejak 1970. Pakar menyebut penurunan beberapa persen saja bisa menyelamatkan ribuan anak dari diabetes, penyakit jantung, dan penyakit turunan lainnya.

Menurut laporan dari National Survey of Children’s Health pada Oktober, tingkat obesitas pada anak 10-17 tahun menempati porsi 15,3 persen obesitas nasional. Tingkat obesitas tertinggi sebesar 25,4 persen berada di Mississippi.

Bagi Unilever, langkah ini bukan yang pertama. Pada 2010, perusahaan bergabung dengan 18 perusahaan produsen makanan terbesar di dunia menandatangani Children’s Food and Beverage Advertising Initiative.

Dari inisiatif tersebut, Unilever menghentikan promosi produk Skippy dan Popsicle atau lolipop yang biasanya ditujukan untuk anak dibawah enam tahun. Produk bernutrisi untuk anak tetap dipromosikan dengan cara tertentu.

Pada 2020, Unilever memulai debut label "Dibuat dengan tanggung jawab untuk anak" di produknya. Pada akhir 2020, setiap eskrim akan dibuat memiliki kalori lebih rendah dari 110 kalori dan maksimal 12 gram gula per porsi.

Menurut Rudd Center, perusahaan makanan, minuman, dan restoran di Amerika Serikat menghabiskan 13,5 miliar dolar untuk iklan di platform pedia pada 2016. Jumlah tersebut meningkat tujuh persen sejak 2007 meski sudah ada Children’s Food and Beverage Advertising Initiative.

Total pendapatan Unilever sendiri menurun 58,22 miliar dolar AS pada 2019 dari 60,32 miliar di tahun 2017. Penurunan penjualan eskrim jadi satu kontributor utama. Konsumsi per kapitanya terus mengalami tren penurunan. 


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA