Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Airbus Bakal Melakukan PHK

Senin 17 Feb 2020 07:49 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Pesawat Airbus Militer A400M. Airbus Defense and Space berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

Pesawat Airbus Militer A400M. Airbus Defense and Space berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

Foto: Antara
Airbus akan memulai pembicaraan tentang PHK dengan perwakilan buruh

REPUBLIKA.CO.ID, MUNICH — Airbus berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Kepala Divisi Bisnis Pertahanan dan Antariksa Airbus Dirk Hoke mengatakan akan memulai pembicaraan dengan perwakilan buruh pada pekan ini mengenai rencana PHK tersebut.

"Kami akan melakukan pembicaraan tahap pertama segera dengan dewan pekerja Eropa," kata Hoke dikutip dari Reuters, Sabtu (15/2).

Langkah tersebut terpaksa diambil dikarenakan permasalahan dalam pemesanan pesawat militer A400M. Saat ini Airbus mengalami penurunan permintaan pembelian pesawat militer A400M tersebut.

Selain masalah teknis pun terus berulang dan menyebabkan angkatan udara Jerman menolak pengiriman dia pesawat militer tersebut. Akibatnya, Airbus justru kehilangan pelanggan potensial untuk produksi pesawat militer A400M.

Dengan persoalan tersebut, saat ini Airbus diprediksi mengalami kerugian sebesar 1,3 miliar dolar AS akibat penjualan yang memburuk tersebut. Sebab, Hoke mengatakan Airbus Defense and Space kehilangan pelanggan potensial.

Meskipun begitu, Hoke memastikan akan tetap berjuang mempertahankan setiap pekerjaan yang bisa dilakukan. “Kami tidak akan datang dengan angka yang tidak proporsional,” tutur Hoke.

Dia menjelaskan PHK akan tergantung pada pemanfaatan kapasitas dan pipa proyek di fasilitas yang berbeda. Hoke tetap optimistis terkait prospek dalam mengembangkan jet tempur Perancis-Jerman generasi berikutnya dan pesawat tanpa awak militer setelah anggota parlemen Jerman mengalokasikan hampir 80 miliar euro untuk tahap uji coba proyek tersebut.

Airbus Defense and Space yang berkantor pusat di Jerman dibentuk pada 2014 sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Saat ini Airbus Defense mempekerjakan 34 ribu staf, dan 13 ribu di antaranya ditempatkan di Jerman. Selama ini Airbus Defense memberikan kontribusi sekitar seperlima dari pendapatan kepada kelompok induk Airbus.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA