Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Tesla Ingin Produksi Model 3 Varian Terbaru di China

Ahad 16 Feb 2020 23:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Tesla Ingin Produksi Model 3 Varian Terbaru di China. CEO Tesla, Elon Musk, di seremoni pengantaran mobil listrik pertama buatan pabrik Tesla di Shanghai, China, Model 3.

Tesla Ingin Produksi Model 3 Varian Terbaru di China. CEO Tesla, Elon Musk, di seremoni pengantaran mobil listrik pertama buatan pabrik Tesla di Shanghai, China, Model 3.

Foto: Ding Ting/Xinhua via AP
Tesla Model 3 varian terbaru akan hadir dengan penggerak roda belakang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tesla saat ini dikabarkan tengah mencari persetujuan dari regulator China untuk membangun varian baru dari Model 3 di negara tersebut, dilansir Carscoops, Ahad (16/2).

Seperti Model 3 buatan China yang ada, varian terbaru ini akan hadir dengan penggerak roda belakang. Varian ini menawarkan jangkauan lebih dari 240 mil atau 400 Km.

Tesla baru mulai mengirimkan mobil dari pabriknya di Shanghai pada Desember, tetapi Model 3 dengan jangkauan yang lebih panjang dan all-wheel drive (penggerak semua roda) masih tersedia melalui impor.

Tesla memulai kembali produksi di Shanghai pekan ini setelah pemerintah China mengakhiri liburan panjang karena wabah virus corona. Awal tahun ini, Tesla menurunkan harga pada Model 3 buatan China sebesar 16 persen dari 355.800 yuan menjadi 299.050 yuan (sekitar Rp 587 juta) setelah subsidi lokal.

Tesla juga ingin menambah lebih dari dua kali lipat jumlah stasiun pengisi daya baterai dan pusat layanan di China tahun ini, serta untuk meningkatkan produksi Model 3 di pabrik Shanghai yang baru. Tesla ingin memproduksi 250 ribu kendaraan per tahun, termasuk crossover Model Y.

Shanghai Gigafactory sudah menghasilkan 1.000 kendaraan per pekan atau sekitar 280 mobil per hari. Dengan hanya 30 persen dari rantai pasokan China yang diproduksi secara lokal, Tesla berencana memasok semua suku cadang atau bagian yang dibutuhkannya dari pemasok China pada akhir tahun ini.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA