Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

UMP Miliki Digital Forensik Centre

Ahad 16 Feb 2020 17:23 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Keamanan siber

Keamanan siber

Digital Forensik Centre untuk penelitian keamanan siber.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meluncurkan lembaga Digital Forensik Center (DFC). DFC bisa dimanfaatkan untuk penelitian keamanan dan analisa kasus kejahatan siber. Peluncuran DFC UMP, dilakukan di gedung Fakultas Teknik UMP, Sabtu (15/2).

Baca Juga

''Laboratorium Unggulan Forensik Digital ini nantinya akan menjadi salah Center of Excellence UMP,'' kata Rektor UMP Anjar Nugroho.

Dia menjelaskan, ada dua kepentingan UMP mendirikan DFC. Antara lain, untuk kepentingan internal UMP sebagai pengembangan Program Studi Teknik Informatika, dan juga memenuhi kebutuhan-kebutuhan di luar UMP dalam hal keamanan siber.

''Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Prodi Teknik Informatika, kami juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu pemerintah, masyarakat dan kepolisian dalam menyelesaikan persoalan-persoalan digital forensik,'' ucap dia.

Bahkan Anjar menyebutkan, walau pun baru didirikan, DFC UMP sudah menangani 40-an kasus bersama kepolisian di wilayah Banyumas. Dalam tim ini, ada tim khusus dan ada sekitar 10 dosen yang menangani.

''Selama ini, yang memiliki digital forensik baru pihak kepolisian. Untuk kalangan perguruan tinggi, saya kira baru di UMP ini yang memiliki lembaga forensik digital,'' jelasnya.

Ketua DFC UMP Mukhlis Prasetyo Aji, menambahkan lembaga DFC ini juga akan menjadi pusat pengembangan aktivitas analisa kasus kejahatan siber, pelatihan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia profesi digital forensik & Keamanan Siber, serta pencarian dan/atau pelatihan untuk keamanan data dan digital forensik.

''Laboratorium Unggulan Forensik Digital merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian dan bantuan pengungkapan kasus kejatahan digital dalam ranah Information and Communication Technologi (ICT),'' ucap dia.

Di bawah naungan UMP, dia menyatakan, DFC yang akan diisi oleh tenaga profesional yang mempunyai kredibilitas dalam hal penanganan keamanan data, forensik digital, pakar hukum ITE, linguistik forensik, akuntansi forensik dan lintas bidang lainnya.

''Harapannya, semua bidang ilmu forensik yang terkait digital bisa berkembang untuk menangani pengungkapan kejahatan siber yang semakin canggih,'' katanya.

Dia juga menyebutkan, perkembangan forensik digital di Indonesia sebenarnya cukup bagus. Namun sejauh ini masih banyak kekurangan SDM maupun fasilitas laboratorium forensik. ''Saat ini, saya juga diminta untuk mengirimkan SDM di bidang forensik ke berbagai lembaga. Namun belum dapat memenuhi, karena SDM-nya masih terbatas,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA