Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Hujan Dini Hari, Sebagian Kota Bandar Lampung Banjir

Kamis 13 Feb 2020 08:08 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Agus Yulianto

Hujan deras yang terjadi Kamis (13/2) dini hari menyatakan sebagian Kota Bandar Lampung banjir. (Ilustrasi)

Hujan deras yang terjadi Kamis (13/2) dini hari menyatakan sebagian Kota Bandar Lampung banjir. (Ilustrasi)

Foto: Rumah Zakat
Sungai yang dangkal akibat tak pernah dikeruk, juga mendorong terjadinya banjir.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDAR LAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur dini hari hingga Subuh, Kamis (13/2), menyebabkan banjir di sebagian wilayah Kota Bandar Lampung. Warga Telukbetung Selatan terpaksa mengungsi ke mushalla dan tempat tinggi Guna menghindari banjir. 

Bahkan, warga sekitar Bambu Kuning mengevakuasi perabotan rumah tangga. Keterangan yang diperoleh  Republika dari warga kebanjiran, Kamis (13/2), hujan deras selama empat jam lebih dini hari telah membuat banjir di wilayah Telukbetung Selatan dan kawasan Bambu Kuning dan Pasar Pasir Gintung. Air yang menggenang di pemukiman warga mencapai satu meter di Telukbetung Selatan, dan sebetis orang dewasa di kawasan Bambu Kuning dan Pasar Pasir Gintung.

Banjir di Kecamatan Telukbetung Selatan terjadi di pemukiman warga Kelurahan Batuputu, Kelurahan Pesawahan, dan sepanjang Jalan RE Martadinata. Untuk menghindari air naik lagi, warga terpaksa mengungsi ke mushalla dan tempat tinggi, karena air sudah mencapai satu meter.

Menurut Abdullah, warga Batuputu, Telukbetung Selatan, banjir terjadi karena hujan terus menerus hingga tiga jam. Sedangkan kali (sungai) yang ada meluap karena dangkal tidak pernah dikeruk. “Kalau hujan terus-terusan dipastikan banjir karena air sungai meluap,” ujarnya.

Dia mengatakan, banjir seperti ini sering terjadi setiap memasuki musim penghujan. Pasalnya, sungai yang ada tidak pernah dikeruk pemerintah, dan banyak sampah dan endapan lumpur, menyebabkan air tidak mengalir tapi meluap ke jalan dan rumah penduduk.

Menurut dia, tidak ada korban jiwa, tapi penduduk sebagian mengungsi ke mushalla dan tempat tinggi menghindari banjir naik lagi. Sebagan warga juga memindahkan perabotan rumah tangga agar tidak terendam banjir.

Sedangkan banjir di kawasan Bambu Kuning dan Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, terjadi sejak dua hari terakhir. Hujan yang mengguyur Kota Bandar Lampung membuat wilayah pemukiman warga terendam banjir.

“Sudah dua hari ini, kami kebanjiran. Jalan-jalan tergenang air setinggi betis orang dewasa,” kata Ferd, warga Jalan Imam Bonjor, sekitar Bambu Kuning, Kamis (13/2).

Ahmad, warga Pasir Gintung juga merasakan banjir pada Kamis dini hari. Dia dan keluarga tidak bisa tidur hingga waktu subuh tiba. Sedangkan pada Kamis pagi sudah harus berangkat ke kantor. “Saya belum tidur sama sekali, karena khawatir air naik lagi, karena hujan belum reda,” katanya.

Hujan deras mulai turun sejak Rabu (12/2) malam. Namun intensitasnya sedang hingga pukul 24.00. Hujan kembali turun dengan lebat dan lama sekira pukul 2.00 hingga waktu Subuh tiba. Kondisi tersebut membuat banyak sungai yang meluap karena terjadi sedimentasi dan dipenuhi sampah. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA