Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Perkumpulan Rosade Andil Turunkan Kematian Ibu dan Bayi

Jumat 14 Feb 2020 22:48 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Fakhruddin

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau kesiapan Bandara Radin Inten II dan Pelabuhan Bakauheni dalam mengantisipasi penyebatan virus corona, Senin (27/1).

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau kesiapan Bandara Radin Inten II dan Pelabuhan Bakauheni dalam mengantisipasi penyebatan virus corona, Senin (27/1).

Foto: dok. Adpim Lampung
Dukungan dari semua pihak untuk menurunkan permasalahan kematian ibu dan bayi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Perkumpulan dokter kebidanan (obsetri) dan kandungan (ginekologi) atau Rosade turut andil menurunkan angka kematian ibu dan bayi, termasuk masalah stunting anak. Masalah tersebut harus menjadi perhatian semua pihak, tidak saja pemerintah.

“Mari kita berkolaborasi menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak stunting. Hal ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, semua pihak termasuk perkumpulan Rosade,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di sela-sela Simposium Rosade Lampung 2020 di Bandar Lampung, Jumat (14/2).

Gubernur Arinal mengajak semua pihak, terutama jajaran kesehatan, menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting di Provinsi Lampung, melalui peningkatan pelayanan kesehatan persalinan (obsteri) dan reproduksi wanita (ginekologi).

Kegiatan ini mengambil tema Better Reproductive Health Towards SDGs 2030 (Menuju Kesehatan Reproduksi Wanita yang Lebih Baik dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030), yang akan berlansung sampai Sabtu (14/2).

Peserta simposium diikuti dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan.

Arinal menyebutkan, dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk menurunkan permasalahan kematian ibu dan bayi, termasuk stunting,  terutama partisipasi dari organisasi profesi seperti ini.

Menurut dia, organisasi profesi dokter memiliki kontribusi yang besar dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya anggota profesi.

"Melalui peningkatan kapasitas seperti kegiatan Rosade ini, atau melalui monitoring terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh anggotanya kepada petugas kesehatan, setidaknya dapat berperan aktif," katanya.

Arinal berharap dukungan semua pihak untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan stunting di Provinsi Lampung dengan terlibat secara aktif. "Terlibat aktif dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik secara Iangsung atau tidak Iangsung agar masyarakat Lampung dapat berjaya," ujarnya.

Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PP POGI) Ari Kusuma Januarto mengatakan, dibutuhkan kolaborasi bersama pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Permasalahan stunting juga, kata Ari, menjadi tugas dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi. "Stunting juga merupakan tanggungjawab kami, karena kita tahu mungkin permasalahan stunting muncul pada waktu masa kehamilan, bagaimana nutrisi ibu hamil itu penting sekali," ujar Ari.

"Ayo selama ini kita sudah sama-sama bekerja tetapi kita belum bekerjasama, pada kesempatan ini menjadi momen yang baik untuk kita maju kedepan bersama-sama khususnya untuk Lampung," katanya.

Ketua Panitia Simposium M Indrawan Yachya mengatakan, Rosade adalah pertemuan rutin para spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter kebidanan dan kandungan regional Sumatera Bagian Selatan, Pulau Bangka Belitung dan direncanakan akan diperluas hingga se-Sumatra.

Acara ini juga, kata Indrawan merupakan wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam penanganan kasus-kasus kebidanan dan kandungan. "Sekaligus sebagai sarana silaturahmi antardokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum dan bidan serta tenaga kesehatan lainnya," ujar Indrawan.

Indrawan menyebutkan pelaksanaan rangkai kegiatan sendiri telah dilaksanakan sejak 12 Februari 2020 berupa kegiatan pelatihan InAlarm dan berbagai workshop. "Workshop dalam menunjang pelayanan kesehatan sehari-hari khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan hari ini pelaksanaan symposium," ujarnya.

Indrawan berharap para peserta Rosade Lampung 2020 bisa semakin berkiprah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan reproduski perempuan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA