Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Pemkot Bogor Bangun Empat Area untuk PKL

Jumat 14 Feb 2020 22:38 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pedagang kaki lima (PKL) kembali ke jalur pedestrian Jalan Surya Kencana, Senin (14/1) karena mengaku sepi pembeli setelah menempati lapak di Plaza Bogor dalam kurun waktu tiga minggu lamanya.

Pedagang kaki lima (PKL) kembali ke jalur pedestrian Jalan Surya Kencana, Senin (14/1) karena mengaku sepi pembeli setelah menempati lapak di Plaza Bogor dalam kurun waktu tiga minggu lamanya.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Pengerjaan empat area PKL ditargetkan akan dimulai pada bulan Maret 2019.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menata pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bogor. Rencananya, Pemkot Bogor akan membangun empat area untuk PKL berdaganag.

"Lokasinya nanti di Sukasari (Bogor Timur)," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Samson Purba di Balai Kota Bogor, Jumat (14/2).

Samsons menjelaskan, masih melakukan penghitungan jumlah PKL yang ada di Kota Bogor. Sehingga, lapak yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan jumlah PKL yang ada. "Kita lakukan penghitungan," ujar dia.

Saat ini, Samsons mengatakan, masih merencanakan pembangunan pusat kuliner di kawasan Sukasari. Dia mentargetkan, pengerjaan tersebut ditargetkan akan dimulai pada bulan Maret 2019. Sedangkan, tiga pusat lainnya masih dalam proses kajian.

"Sukasari kita akan mulai pekerjaan bulan Maret, lokasi lain kita menyesuaikan dan menggambar designnya," kata dia.

Samson menjelaskan pihaknya bertugas untuk membuat Detail Enginering Design (DED). Setelah itu, sambung dia, pengerjaan akan dilakukan oleh pihak ketiga atau pembiayaan yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Nanti akan kita kerjasamakan dengan para pihak ke tiga untuk membangun pusat-pusat kuliner didalamnya itu bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang sudah ditunjuk," jelasnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan sedang mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk penataan tersebut. Sebab, tidak semua PKL yang membutuhkan lapak untuk berjualan.

Di kawasan Sempur, Dedie mencontohkan, para PKL yang berada di Sempur telah membentuk koperasi. Dia menjelaskan, semua PKL yang terdapat di lokasi tersebut telah didata.

"Anggotanya ada 120 tetepi tidak semuanya membutuhkan lapak, artinya ada beberapa pedangang yang misalnya menjual balon, kolecer, itu kan tidak memerlukan lapak," kata Dedie.

Dia menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pendataan. Sehingga, pedagang yang  terdaftar dapat dipindahkan dengan tertib."Akan kita bangun dari dana CSR. Itu bisa memenuhi paling tidak seluruh pedaganag yang sudah terdaftar," kata dia.

Dedie mengatakan, pihaknya berencana untuk memindahkan PKL di Jalan Ciremai ke kawasan Sempur. Dia menyebut, pemindahan PKL di Jalan Ciremai akan di koordinasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya. Sehingga dapat di lakukan pembagian untuk jumlah PKL yang direlokasi.

"Atau membagi dengan PD Pasar untuk penataan Pasar Taman Kencana yang selama ini juga belum efektif," ucapnya.

Dedie mengungkapkan, sejumlah perusahaan telah komitmen memberikan CSR-nya untuk membantu melakukan penataan PKL di Kota Bogor. Di antaranya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) dan PT Mayora.

Dalam jangka dekat, Dedie mengatakan, akan merelokasi 45 PKL yqng ada di Jalan Semeru. Nantinya, PKL Tere akan di pindahkan ke Rumah Sakit Doctor Haji Marzoeki Mahdi, Bogor Barat. "Pihak Rumah Sakit Doctor Haji Marzoeki Mahdi sudah mengizinkan kita membangun sentra kuliner disana. Itu juga akan dibantu CSR," kata Dedie.

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor tak berniat menghilangkan PKL di Kota Bogor. Dia menegaskan tujun relokasi demi meningkatkan martabat para PKL. "Jadi bukan semata-mata kita gusur tapi betul-betul kita pikirkan supaya kehidupan mereka lebih layak dan lebih terhormat lagi," jelasnya.

Disinggung terkait besaran biaya yang akan dibebankan pada PKL, Dedie menyatakan, para PKL dapat tergabung dalam paguyuban dan koperasi. Sehingga, biaya akan ditanggung secara bersamaan. "Saya pikir sangat ringan tetapi dengan fisilitas yang memedai. Fasilitas berupa apa? Listrik, sampah, kebersihan, keamana termasuk juga PAM," kata dia.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Eka Wardhana mempersilahkan Pemkot Bogor untuk melakukan penataan PKL. Namun, Eka meminta, Pemkot Bogor agar menyiapkan tempat relokasi secara matang relokasi PKL.

Jangan sampai, sambung Eka, Pemkot Bogor merelokasi para PKL sebelum tempat relokasi siap ditempati. Sehingga, para PKL tak kebingungan untuk menjalankan dagangnya.

“Masalahnya tempat relokasinya seperti apa kesiapannya. Kalau untuk merelokasi pedagang bisa saja dilakukan, tetapi apa tempatnya sudah siap apa belum,” ucap Eka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA