Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Cerita Ibu Mamik Jadi Penghafal Alquran

Jumat 14 Feb 2020 22:19 WIB

Rep: Irwan Kelana/ Red: Agung Sasongko

Motivasinya menghafal Alqur’an karena ingin memberi contoh sekaligus permintaan sang anak yang diharapkannya menjadi seorang hafidz Qur’an.

Motivasinya menghafal Alqur’an karena ingin memberi contoh sekaligus permintaan sang anak yang diharapkannya menjadi seorang hafidz Qur’an.

Foto: Dok PPPA Daarul Quran
Motivasinya menghafal Alqur’an karena ingin memberi contoh pada anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alqur’an selalu membawa hikmah kepada setiap orang yang membersamainya. Seperti Mamik Nurahayu (46) beserta keluarga.

Baca Juga

Motivasinya menghafal Alqur’an karena ingin memberi contoh sekaligus permintaan sang anak yang diharapkannya menjadi seorang hafidz Qur’an. Dukungan dari sang suamipun menjadi kekuatan terbesarnya.

"Anak saya enggak mau menghafal Alqur'an kalau saya juga tidak menghafal dan menyimak hafalannya. Alasan itulah yang membuat saya mulai belajar tahsin dan tahfidz Alqur'an. Alhamdulillah, selama ini saya sering mendengar ceramah Ustadz Yusuf Mansur untuk tawassul mengikuti majelis Alqur’an. Saya sering ikut khotmil Qur’an hingga belajar tahsin dan terjemahannya,” tutur Ibu Mamik mengenang perjuangan menghafalkan Alqur’an.

Saat ini, Mamik sudah hafal juz 1, 29, dan 30. Ia sering sekali menggunakan waktu salat malam hingga Subuh untuk mengulang hafalan Qur’annya. “Sekarang ketika saya fokus menghafal Alqur’an dan merenungi artinya saya merasa hidup saya cukup dan beban masalah terasa hilang”, kata Ibu Mamik dengan senyum hangatnya.

Kecintaan Ibu Mamik kepada Alqur’an semakin besar. Ia selalu meluangkan waktunya untuk mengajar TPQ di salah satu Masjid di Kota Malang. Setiap kali bisa banyak memurajaah hafalannya, baginya hidup terasa cukup. Ia tak pernah merasa takut sendirian dan bingung di waktu luang karena telah berteman dengan Alquran.

Ibu Mamik dan suaminya merupakan donatur setia PPPA Daarul Qur’an yang kerapkali memberikan sedekah terbaiknya untuk mendukung program-program tahfidzul Qur’an. Pada perayaan Wisuda Tahfidz di Jawa Timur awal Februari lalu, Ibu Mamik berhasil mengikuti ujian dan menjadi peserta yang diwisuda bersama para penghafal Qur’an lainnya.

“Alhamdulillah saya senang bisa ikut ujian tahfidz dan wisuda bersama santri-santri rumah tahfidz PPPA Daarul Qur’an. Sungguh saya terharu melihat ribuan santri-santri penghafal Al-Qur’an dan menambah semangat saya untuk menambah hafalan,”ucap Ibu Mamik yang meneteskan air mata seusai menjalani ujian tahfidz.

Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Malang Ivan Mahendra berharap, kisah Ibu Mamik menjadi inspirasi seluruh umat untuk semakin mencintai Alqur’an. “Semoga kita bisa belajar dari kisah perjuangan bunda mamik menghafal Alqur’an ditengah amanahnya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Semoga hati tergerak bersungguh menghafal Alqur’an. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA