Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Disperindag: Harga Cabai di Yogyakarta Mulai Turun

Rabu 12 Feb 2020 05:58 WIB

Red: Friska Yolanda

Petani memanen cabai merah di area persawahan Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (23/7). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta beranjak mengalami penurunan.

Petani memanen cabai merah di area persawahan Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (23/7). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta beranjak mengalami penurunan.

Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Penurunan harga cabai di Yogyakarta sejumlah petani sudah mulai panen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta beranjak mengalami penurunan. Penurunan harga terjadi karena sejumlah petani sudah mulai panen.

Baca Juga

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto saat ditemui di Kantor Disperindag DIY menyebutkan cabai merah besar konsumsi berdasarkan pemantauan di pasar tradisional pada Senin (10/2) rata-rata dijual dengan harga Rp 72.333 per kg. Harga ini sedikit menurun dari sebelumnya yang mencapai Rp 75 ribu per kg.

"Saat ini petani sudah mulai panen kecil-kecilan sehingga harga sudah mulai menurun. Panen raya cabai diperkirakan terjadi pada April 2020," kata Yanto.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah yang sebelumnya mencapai Rp 75 ribu per kg, saat ini menjadi Rp 60.333 per kg. Cabai merah keriting yang sebelumnya mencapai Rp 70 ribu per kg menjadi Rp 50.333 per kg.

Menurut Yanto, selain dari petani di Kulon Progo dan Sleman, pasokan cabai di DIY berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Petani lokal dari Kulon Progo dan Sleman yang biasanya lebih banyak menjual cabai hasil panen ke DKI Jakarta, menurut dia, saat ini sepenuhnya menjual untuk pedagang di DIY sehingga stok mencukupi.

"Biasanya petani dari Kulon Progo memang lebih banyak menjual cabai ke Kramat Jati (Jakarta Timur). Tetapi kebetulan kebutuhan pasokan di sana sudah terpenuhi dari Sulawesi Selatan," kata dia.

Meski demikian, ia menilai anomali cuaca yang terjadi saat ini masih memengaruhi produksi cabai. Kondisi cuaca basah, menurut dia, juga bisa membuat stok cabai cepat membusuk.

Salah satu penjual cabai di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Paijem mengakui sejak beberapa hari ini harga seluruh jenis cabai mengalami penurunan.

Harga cabai merah keriting yang sebelumnya Rp 70.000 per kg, menurut dia, telah menurun menjadi Rp 50.000 per kg, cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 80.000 per kg, menjadi Rp 65.000 per kg, dan cabai rawit hijau dari Rp 45.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg.

"Meskipun harga cabai mahal atau murah, jumlah pembeli tetap seperti biasa," kata Paijem.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA