Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Mendag Sebut Indonesia akan Beli Lebih Banyak Barang dari AS

Jumat 14 Feb 2020 18:08 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bendera Indonesia dan Amerika Seikat

Bendera Indonesia dan Amerika Seikat

Foto: Ilustrasi
Indonesia-AS menargetkan nilai perdagangan bisa mencapai 60 miliar dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebut Indonesia akan membeli lebih banyak barang dari Amerika Serikat (AS). Ini sebagai upaya untuk mendorong kinerja ekspor dan impor antara kedua negara.

Terlebih, kedua negara menargetkan untuk bisa melipatgandakan total nilai perdagangan menjadi 60 miliar dolar AS pada 2025 mendatang. "Indonesia akan bersiap untuk membeli lebih banyak dari AS dan kami siap menawarkan produk yang lebih kompetitif kepada pasar AS," katanya dalam USINDO Strategic Dialogue yang digelar di Washington DC, AS, Kamis (13/2) waktu setempat.

Mendag Agus menilai perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat bersifat saling melengkapi. Kendati saat ini kedua negara tengah menangani masalah akses pasar, terutama terkait penyelesaian negosiasi generalized system of preferences (GSP).

Namun, hal itu dilakukan untuk mempertahankan posisi untuk saling menguntungkan bagi masing-masing negara. Pembelian barang yang lebih banyak, dalam hal ini impor, diharapkan bisa menyeimbangkan defisit Amerika Serikat terhadap Indonesia dalam bidang perdagangan barang.

"Oleh karena itu, kolaborasi keduanya jadi fondasi yang kuat untuk menjadi solusi ke depan," tuturnya.

Dalam dialog yang juga dihadiri para pebisnis AS itu, Agus hadir menjadi pembicara bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate serta Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Selain membahas mengenai perkembangan bidang perdagangan, dalam pertemuan itu delegasi Indonesia juga mempromosikan potensi investasi, termasuk soal peluang investasi pembangunan di ibu kota baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam (gala dinner) sekaligus jejaring (networking).




Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA