Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Tren Freelance di Indonesia: Tiga Alasan Utama Menjadi Freelance

Ahad 16 Feb 2020 15:28 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Tren Freelance di Indonesia: Tiga Alasan Utama Menjadi Freelance. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Tren Freelance di Indonesia: Tiga Alasan Utama Menjadi Freelance. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Pekerjaan lepas membuat mereka memiliki waktu dan lokasi yang fleksibel.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT Sribu Digital Kreatif merilis temuan mereka yang berkaitan dengan freelancer atau pekerja lepas yang ada di Indonesia. Dari temuan mereka, beberapa alasan di luar mencari penghasilan tambahan menjadi mayoritas bagi seseorang untuk menjadi pekerja lepas.

Data survei milik Sribu tercatat sebanyak 65,4 persen memilih menjadi pekerja lepas karena pekerjaan lepas membuat mereka memiliki waktu dan lokasi yang fleksibel. CEO Sribu, Ryan Gondokusumo, menyebut bahwa keberadaan platform crowdsourcing yang mampu mempertemukan klien dan pekerja lepas memberikan pekerja lepas akses kepada pekerjaan yang tidak hanya berada di lokasi terdekat.

Baca Juga: Strategi Bisnis Sribu: Merging Website Hingga Aplikasi

"Kesempatan kerja yang cenderung masih terpusat di kota-kota besar kini dapat diakses oleh pekerja yang berasal dari kota kecil dan pedesaan, tanpa dibatasi oleh lokasi dan waktu," ujarnya di 1 Park Residence, Kamis (13/2/2020).

Alasan kedua yang paling banyak dipilih oleh pekerja lepas yakni menyalurkan minat dan bakat sebanyak 56,7 persen, diikuti dengan menghasilkan pendapatan tambahan sebanyak 41,5 persen. Selain itu, jenjang pendidikan yang dimiliki oleh pekerja lepas yang disurvei, mayoritas berasal dari pendidikan diploma atau sarjana sebanyak 56,3 persen, diikuti oleh lulusan SMA atau sederajat sebanyak 39,5 persen.

"Temuan survei kami juga mengungkapkan terciptanya kesetaraan karena peluang kerja sebagai freelancer tidak dibatasi oleh gelar akademis, tetapi klien menilai berdasarkan kinerja, kualitas, dan etos kerja," lanjutnya.

Temuan Sribu juga menyebut bahwa mayoritas freelancer berasal dari generasi millenials yakni usia 21 sampai 30 tahun dengan presentase sebanyak 49,3 persen, diikuti usia 30 hingga 40 tahun dengan presentase 26,5 persen.

Pekerja lepas, menurut survei Sribu, masih menjadi ranah yang didominasi kaum laki-laki, dengan perbandingan 1 di antara 3 freelancer adalah perempuan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA