Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Imbas Virus Corona ke Ekonomi akan Terlihat di Kuartal II

Jumat 14 Feb 2020 06:24 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Foto: pixabay
Jika pertumbuhan ekonomi kuartal II turun dinilai bisa bahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memprediksi imbas epidemi virus korona (2019-nCoV) terhadap perekonomian nasional akan terlihat di kuartal II 2020. Staf Ahli Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II biasanya stabil dari tahun ke tahun (yoy) karena didukung konsumsi rumah tangga yang naik saat Lebaran. Artinya, bila terjadi penurunan pada kuartal II tahun ini maka besar kemungkinan terdampak virus corona.

Baca Juga

"Selama ini nggak pernah mengalami penurunan PDB (produk domestik bruto) di kuartal II. Kalau terjadi penurunan di kuartal II, itu tadi saya bilang bahaya. Karena kita nggak ada dalam siklus yang normal," kata Edi di Kantor Staf Presiden, Kamis (13/2).

Berbeda dengan kuartal II yang relatif stabil, kuartal I setiap tahunnya memang cenderung fluktuatif. Hal itu disebabkan banyak faktor, termasuk konsumsi masyarakat yang belum terdongkrak hingga belanja anggaran pemerintah yang belum optimal.

Pemerintah, ujar Edi, mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait virus corona, termasuk bila wabah benar-benar terbukti masuk ke wilayah Indonesia. Upaya pencegahan dilakukan agar masyarakat tidak terhanyut dalam 'rush' terutama dalam hal berbelanja. Kejadian rush dalam berbelanja sempat terjadi di Singapura saat wabah corona mulai menjangkiti sejumlah warga negara tersebut.

Tak hanya itu, Edi juga menjamin pemerintah sudah siap dari segi fasilitas kesehatan. Bila ada warga yang dinyatakan positif terjangkit virus corona, maka pemerintah akan melakukan lokalisasi di rumah sakit yang memang sudah ditunjuk untuk melakukan perawatan khusus. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA