Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Guru Penganiaya Siswa Dinonaktifkan

Jumat 14 Feb 2020 04:33 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Nidia Zuraya

Pemukulan

Pemukulan

Foto: pt-bandung.go.id
Siswa korban penganiayaan mengalami luka lebam di bagian mata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 01 Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, menjadi korban pemukulan oleh guru di sekolahnya. Ini karena tidak segera masuk kelas usai bermain bola.

"Pelakunya guru yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) golongan 3B," kata Kepala SDN 01 Kebon Manggis, Tatang Capetang, Kamis (13/2).

Korban yang diketahui berinisial R dilaporkan mengalami luka lebam di bagian mata kanan akibat dipukul oleh guru berinisial F. Tatang mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/2). Saat itu, F sedang bertugas di sekolah dan meminta sejumlah siswa yang sedang bermain bola di halaman sekolah untuk kembali ke dalam ruang kelas.

Namun, perintah untuk mengajak siswa masuk ke dalam ruang kelas tidak digubris. "Namanya anak-anak, tenaganya berlebihan, walau sudah diberikan peringatan, tapi masih saja main bola," ujar dia.

F lantas lepas kontrol memukul R sebagai hukuman karena masih bermain bola. F tidak menanyakan lebih dulu apakah anak ini ikut bermain bola atau tidak. Tatang menambahkan, saat ini, kejadian itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pelaku dan korban. "Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Tatang lagi.

Tatang menambahkan, status F saat ini sudah dinonaktifkan sebagai sanksi agar jera dan tidak terulang kesalahan yang sama. Keputusan penonaktifan F merupakan hasil dari penyelesaian perkara secara kekeluargaan antarajajaran sekolah, orang tua korban, serta pelaku.

Atas peristiwa tersebut Tatang mewakili pihak sekolah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan keluarga korban. "Atas nama pribadi dan lembaga pendidikan, saya minta maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya," kata Tatang,

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur mengaku, belum menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. "Sampai siang ini, belum ada laporan," ujar Kasat Reskrim Polresto Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo, Kamis.

Namun, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kebon Manggis. "Tapi sudah kita cek," ujar dia. n antara ed: bilal ramadhan

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA