Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

PKS Nilai PAN Keliru Pahami Peran Oposisi

Kamis 13 Feb 2020 14:39 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Mardani Ali Sera

Mardani Ali Sera

Foto: Republika/Mimi Kartika
Ketua DPP PKS menilai Ketua Umum PAN keliru memahami peran oposisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengatakan partainya tidak akan bergabung dengan oposisi karena akan merugikan. Menanggapi hal itu, PKS menilai PAN keliru memahami peran oposisi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai justru PAN akan punya ruang gerak yang lebih bebas apakah akan mengkritisi atau mendukung pemerintah, jika berada di posisi oposisi. "Oposisi memiliki keuntungan dibanding pro pemerintah, hal itu bisa dilihat dengan kebebasan ruang gerak," ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (13/2).

Selain itu, oposisi juga menjalani peran check and balances kepada pemerintah. Sebab jika tidak begitu, pemerintah akan mudah berpuas diri dengan program kerja yang tak dikritisi.

"Demokrasi Indonesia justru perlu oposisi agar pemerintah bekerja dengan benar, dan bekerja cedas. PKS yakin oposisi baik bagi demokrasi Indonesia," katanya.

Namun, ia menghargai sikap politik PAN yang disampaikan dalam Kongres V di Kendari, Sulawesi Tenggara.  "Tiap partai punya kebijakan masing-masing. Dan PKS mengambil posisi di luar pemerintahan," ujar Mardani.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan bahwa pihaknya tak bergabung dengan oposisi. Menurutnya, hal tersebut justru akan merugikan partai berlambang matahari itu. "Oposisi taglinenya sudah diambil PKS, kalau kita masuk isu oposisi akan sangat merugikan kita," ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Barat, Rabu (12/2).

Ia menjelaskan, PAN menganut konsep multipartai dalam berpolitik. Sehingga Zulhas ingin memiliki banyak teman dalam meraup dukungan masyarakat. "Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang. Kita ini multipartai, oleh karena itu kita perlu teman banyak agar fleksibel dalam memilih," ujar Zulhas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA