Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Pemkab Jayawijaya Tagih Janji Pembangunan Pascakerusuhan

Rabu 12 Feb 2020 17:47 WIB

Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (keempat kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Gubernur Papua Lukas Enembe (kelima kiri) dan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kedua kiri) mengamati bangunan yang terbakar saat kerusuhan lalu di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua, Senin (28/10/2019).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (keempat kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Gubernur Papua Lukas Enembe (kelima kiri) dan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kedua kiri) mengamati bangunan yang terbakar saat kerusuhan lalu di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Papua, Senin (28/10/2019).

Foto: Antara/Anyong
Pemerintah pernah berjanji membangun sekolah bagi warga terdampak kerusuhan

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, masih menunggu janji Mendikbud Muhadjir Effendy yang akan membangun sekolah bagi warga terdampak kerusuhan 23 September 2019. Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku telah merintahkan staf dinas pendidikan setempat untuk mengawal janji menteri tersebut.

"Walau menterinya telah diganti namun saat itu ada staf yang ikut dalam rombongan dan mereka mengetahui janji itu," katanya.

Muhadjir Effendy yang kini menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pernah berjanji membangun ulang satu ruang kepala sekolah yang dibakar saat rusuh.

"Kalau perbaikan kaca-kaca yang pecah semuanya pemda sudah bantu. Untuk sekolah yang salah satu ruangannya terbakar kami masih menunggu janji pembangunan," katanya.

Wakil Kepala SMP YPPK Santo Thomas, Yohanes Bosco Huler mengatakan janji menteri adalah membangun ulang ruang kepala sekolah yang dibakar menjadi dua lantai.

Tiga hari setelah kedatangan menteri tanggal 15 Oktober 2019 untuk mengunjungi sekolah terdampak, seorang staf kementerian pendidikan sudah datang mengukur luas ruang kepala sekolah tersebut.

"Setelah kunjungan sampai hari ini pun kami belum dapat berita dari kementerian khususnya staf yang ditugaskan menindaklanjuti perintah menteri saat itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA