Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Sekjen MUI Pertanyakan Pernyataan Kepala BPIP

Rabu 12 Feb 2020 14:54 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sekjen MUI Pertanyakan Pernyataan Kepala BPIP. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.

Sekjen MUI Pertanyakan Pernyataan Kepala BPIP. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.

Foto: Republika/Darmawan
Kepala BPIP menyebut agama adalah musuh Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mempertanyakan pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyebut agama adalah musuh Pancasila.

"Saya tidak mengerti dan tidak bisa memahami pernyataan kepala BPIP yang menyatakan agama jadi musuh terbesar Pancasila," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/2).

Anwar Abbas yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan jika benar Yudian memiliki pandangan seperti itu, maka Presiden Joko Widodo agar memberhentikan dia. Menurut dia, pemberhentian dengan tidak hormat tepat karena pemikiran dan pemahaman Yudian tentang Pancasila akan sangat mengancam eksistensi negara.

"Bagaimana bisa seorang kepala BPIP punya pemahaman seperti itu," kata dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Anwar mengatakan jika cara pandang Kepala BPIP soal agama harus diberangus tersebut menjadi opini publik, maka eksistensi dari Pancasila itu sendiri jelas terancam. Padahal, kata dia, agama itu sendiri merupakan unsur dalam Pancasila, yaitu sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa.

"Dibuang? Kalau dibuang berarti tidak Pancasila lagi dan berarti negara ini bubar," kata Wakil Rektor II Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Jakarta itu.

Maka, kata dia, keinginan Presiden Jokowi yang ingin Pancasila lewat BPIP dipahami dengan baik oleh masyarakat tentu menjadi terganjal jika sikap Yudian justru bertolak dari sila pertama itu sendiri. "Kalau yang bersangkutan benar punya pandangan seperti itu, maka pilihan yang tepat untuk kebaikan bangsa dan negara yaitu yang bersangkutan mundur atau dimundurkan," katanya.

Menurut dia, jika Yudian tidak diberhentikan, sejatinya BPIP sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat. Sebelumnya, Yudian di media nasional mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan. Dia mengatakan untuk mewujudkan kelima sila Pancasila dibutuhkan sekularitas bukan sekularisme.

Baca Juga

Republika.co.id sudah belasan kali menghubungi nomor ponsel Yudian Wahyudi, namun tidak diangkat hingga berita ini diturunkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA