Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Pembentukan Bank Syariah BUKU IV Dorong Efisiensi 

Senin 27 Jan 2020 15:59 WIB

Red: Friska Yolanda

Bank Syariah

Bank Syariah

Bank syariah juga akan lebih leluasa untuk berekspansi karena ada kaitan permodalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka sejumlah opsi pembentukan bank syariah BUKU IV. Hal ini merupakan salah satu cara memperkuat sektor ekonomi syariah Indonesia yang membutuhkan sistem permodalan besar.

Menurut Ekonom Syariah Azis Setiawan saat ini problem mendasar bank syariah adalah skala ekonomisnya yang kecil. Hal ini menyebabkan bank syariah kurang efisien. 

“Dengan adanya bank syariah BUKU IV modal di atas Rp 30 triliun, tentu skala ekonomi bank syariah akan meningkat dan akan bisa jauh lebih efisien,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (27/1).

Berdasarkan sejumlah kajian, menurutnya, kebutuhan modal inti bank syariah akan meningkat menjadi minimum Rp 30 triliun agar bank berada dalam kondisi skala ekonomi yang sangat optimal, yakni BUKU IV.  Maka, jika masuk ke BUKU IV bank syariah artinya masuk ke zona skala ekonomi optimal untuk menjalankan bisnisnya.

Selain itu, bank syariah juga akan lebih leluasa untuk berekspansi karena ada kaitan permodalan dengan ruang lingkup usaha yang ditetapkan otoritas. Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank yang masuk IV bebas melakukan kegiatan usaha perbankan termasuk kegiatan yang melibatkan valuta asing (valas) dengan seizin Bank Indonesia.

“Bank yang tergabung dalam kelompok BUKU IV juga boleh melakukan pengumpulan dana lewat surat utang atau sukuk dan ekuitas. Kelebihan lainnya, mereka juga boleh mencari dana dari sekuritisasi aset, bahkan tanpa izin otoritas,” ucapnya.

Azis menyebut saat ini baru sedikit bank syariah yang tergabung dalam kelompok BUKU III dengan memiliki modal inti dalam skala Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun. Sedangkan yang lainnya masih buku I dan II, sehingga masih kurang efisien dan yang lebih berat sulit untuk bisa investasi diteknologi yang lebih advance. 

“Karena investasi teknologi butuh dana dan modal yang besar. Ini pentingnya keberadaan bank syariah BUKU IV agar bisa bersaing secara teknologi dan layanan yang advance juga,” ucapnya.

Menurutnya dengan skala ekonomis yang besar tentu bank syariah akan menjadi penopang industri syariah lainnya dan ekosistemnya. Pengembangan ekosistem industri halal, keuangan dan ekonomi syariah membutuhkan pendanaan yang semakin besar dan juga layanan dan teknologi bank syariah yang lebih maju dan kokoh. 

"Ini mendasar dan mutlak penting,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA