Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pemerintah Berupaya Kurangi Ketergantungan Impor China

Selasa 11 Feb 2020 19:09 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Hubungan Indonesia dan Cina (Ilustrasi)

Hubungan Indonesia dan Cina (Ilustrasi)

China saat ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini Indonesia banyak bergantung dari impor China. Maka disaat virus corona menyerang Negeri Tirai Bambu tersebut, sektor perdagangan maupun industri di Tanah Air ikut terganggu.

Maka pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah alternatif supaya dapat memenuhi kebutuhan produk yang selama ini diimpor dari China. "Kalau dari beberapa produk sumber yang legal bahan baku atau bahan penolong, ada dari cina seperti Asean serta beberapa negara Amerika Latin, tentu itu menjadi bagian dari pengganti," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan di Jakarta, Selasa, (11/2).

Menurutnya, impor dari beberapa negara itu bisa memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sepanjang disubstitusi dengan supplier dari China. "Saya kira berpulang dari teman-teman pelaku, seperti disampaikan, sangat terhubung dengan supplier China, sepanjang itu jumlahnya bisa te terakomodir dengan subtitusi sebagian non-China misalnya," jelas Kasan.

Selain impor, lanjutnya, Indonesia berhubungan pula dengan China di bidang ekspor. Perlu diketahui, China merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar.

Hal ini membuat pemerintah juga harus mencari negara tujuan ekspor lainnya. "Saya sampaikan tadi cina yang terbesar sebagar pasar ekspor maupun sumber impor tapi jangan lupa juga negara ASEAN termasuk di antaranya Vietnam serta Myanmar juga besar dan pasar potensial, termasuk Asia Selatan," tuturnya.

Kasan menyebutkan, ada sejumlah cara yang dilakukan pemerintah demi mengatasi ketergantungan ekspor dan impor dengan China. Salah satunya lewat instrumen anti dumping.

"Seperti sekarang tekstil sudah berlangsung, sebentar lagi penyelidikan sudah selesai untuk permanen. Maka segera direkomendasikan," jelas dia.

Sebagai informasi, China saat ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Total nilai impor China ke Indonesia sepanjang 2019 sebesar 44,57 miliar dolar AS, sementara jumlah nilai ekspornya menembus 25,85 miliar dolar AS.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA