Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Penderita Kanker di Sumbar Didominasi Perempuan

Selasa 11 Feb 2020 18:53 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penderita Kanker di Sumbar Didominasi Perempuan.

Penderita Kanker di Sumbar Didominasi Perempuan.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Jumlah penderita kanker perempuan di Sumbar meningkat setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengungkapkan berdasarkan hasil catatan dari 2017 sampai 2019 jumlah penderita kanker di Sumbar lebih didominasi perempuan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumbar, Linarni Jamil menyebutkan pada 2017 jumlah penderita kanker perempuan di provinsi ini mencapai 1.017 jiwa dibandingkan dengan laki-laki hanya 729 jiwa.

Baca Juga

Pada 2018, jumlah penderita kanker mengalami peningkatan, yaitu perempuan mencapai 1.272 dan laki-laki mencapai 1.124 jiwa. "Pada 2019 jumlah penderita kanker perempuan terus meningkat di Sumbar mencapai 1.658 jiwa. Akan tetapi laki-laki menurun menjadi 692 jiwa," ujar dia, Selasa (11/2).

Jenis kanker yang paling banyak diderita perempuan adalah kanker payudara pada 2017 mencapai 303 jiwa, 2018 naik menjadi 422 jiwa, dan 2019 naik lagi menjadi 479 jiwa. "Kemudian terdapat beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker leher rahim, darah, usus besar, paru, hati, tiroid, dan otak," ujar dia.

Sedangkan jenis kanker yang paling banyak diderita laki-laki yaitu kanker paru. Pada 2017 mencapai 213 jiwa, 2018 meningkat menjadi 259, dan 2019 turun 130 jiwa. Kemudian jumlah penderita kanker lainnya tidak terlalu dominan seperti kanker hati, darah, usus besar, dan otak.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita kanker di Sumbar, seperti merokok dan pola hidup sehat yang kurang terjaga. Ia juga menyebutkan total penderita kanker di Sumbar pada 2019 mencapai 2.350 jiwa.

"Berdasarkan jumlah penderitanya, Sumbar menempati peringkat kedua setelah Yogyakarta dari beberapa daerah di Indonesia," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat melakukan deteksi dini pada usia 15 tahun minimal satu kali setahun ke Pos Binaan Terpadu (Posbindu). Melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA Tes bagi wanita dari usia 30 sampai 50 tahun atau yang sudah menikah.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan berperilaku Cerdik, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Ia mengemukakan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Sumbar, perlu adanya upaya masif yang dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kanker.

Ia juga menjelaskan tahun ini Sumbar ditunjuk sebagai tuan rumah dalam rangka peringatan World Cancer Day 2020 secara nasional dengan tema Minangkabau Run Against Cancer (Minangkabau melawan kanker) yang akan digelar pada 15 sampai 16 Februari 2020 di Padang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkontribusi maksimal dalam upaya melawan kanker.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA