Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Evakuasi MI-17, Tiga Helikopter dan Satu Pesawat Dikerahkan

Selasa 11 Feb 2020 13:03 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pesawat Terbang CN235-220 Military Transport ditampilkan pada acara Ferry Flight di Hanggar Fixed Wing PTDI, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Pesawat Terbang CN235-220 Military Transport ditampilkan pada acara Ferry Flight di Hanggar Fixed Wing PTDI, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Foto: Abdan Syakura
Evakuasi helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala masih terkendala cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI mengerahkan tiga helikopter dan satu pesawat CN-235 untuk mengevakuasi helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua. Namun belum semua dapat dioperasikan karena terkendala cuaca.

"Satu heli sudah beroperasi di Oksibil, satu heli. Dua heli masih ada di Sentani. Rencana kan tiga helikopternya," ujar Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, melalui sambungan telepon, Selasa (11/2).

Tri menjelaskan, dua heli yang berada di Sentani, Jayapura, Papua, tidak jadi terbang karena cuaca buruk di Oksibil, Pegunungan Bintang. Sedangkan pesawat CN-235 sudah sekali terbang dari Sentani ke Oksibil.

"CN tadi rencana dua sortie, di sortie kedua cuacanya buruk sehingga tidak bisa melanjutkan misi," ungkap Tri.

Ia menerangkan, pesawat CN-235 akan digunakan sebagai alat pengangkut dukungan pasukan pengevakuasian dan logistik dari Sentani menuju Oksibil. Rencananya, jelas dia, pengangkutan jenazah juga akan dilakukan menggunakan pesawat tersebut.

"Nanti mungkin kalau sudah ada evakuasi jenazah dari Oksibil menuju Sentani mungkin pakai CN. Direncanakan," terangnya.

Menurut Tri, TNI Angkatan Udara (AU) menyiagakan 20 personel Pasukan Khas dan empat personel pendukung di Oksibil. Ia menjelaskan, karena lokasi puing-puing helikopter yang jatuh itu tak dapat digunakan sebagai pendaratan helikopter, maka pasukan yang mengevakuasi akan diturunkan di lokasi terdekat.

"Untuk proses pengangkatan itu oleh tim dari kodam. Dari korem 172," terang dia.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengungkapkan, lokasi helikopter MI-17 Penerbad No Reg HA 5138 telah ditemukan. Helikopter tersebut berada di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua.

"Betul, tadi saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 feet," jelas Herman melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/2).

Sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih bersama Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka, dan Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar, ikut langsung dalam penerbangan pencarian helikopter itu. Mereka menggunakan helikopter AS 350 B2 milik Demonim Air ketika menemukan lokasi puing-puing helikopter pada pukul 09.00 WIT.

"Selanjutnya kita akan fokus untuk melakukan kegiatan evakuasi terhadap korban. Evakuasi harus dipersiapkan dengan matang mengingat lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90 derajat," jelas Herman.

Mengingat lokasi tersebut masih dianggap sakral oleh masyarakat, Herman memohon izin dan restu kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Distrik Oksop. Ia memohon izin kepada mereka untuk mendukung misi kemanusiaan.

"Karena tentunya dalam waktu dekat kami akan melakukan kegiatan evakuasi bagi para prajurit kami yang gugur dan menjadi korban dalam kecelakaan heli tersebut," kata Herman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA