Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Lanjutkan Tren, Bursa Saham China Dibuka Menguat

Selasa 11 Feb 2020 10:06 WIB

Red: Friska Yolanda

Petugas berpelindung lengkap berjalan di lobby Gedung Shanghai Stock Exchange, Senin (3/2). Akibat wabah virus corona baru, para Investor telah menghapus 393 miliar dolar AS dari indeks saham acuan China.

Petugas berpelindung lengkap berjalan di lobby Gedung Shanghai Stock Exchange, Senin (3/2). Akibat wabah virus corona baru, para Investor telah menghapus 393 miliar dolar AS dari indeks saham acuan China.

Foto: AP
Penguatan bursa saham China didorong dibukanya sebagian operasional bisnis.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Saham-saham China melanjutkan tren penguatan untuk hari keenam berturut-turut. Indeks saham China dibuka lebih tinggi pada Selasa (11/2) pagi, setelah otoritas China mulai membuka kembali beberapa pekerjaan dan pembatasan perjalanan, membantu bisnis melanjutkan operasinya.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai dibuka 0,14 persen lebih tinggi menjadi diperdagangkan pada 2.894,54 poin. Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka menguat 0,20 persen menjadi diperdagangkan pada 10.749,97 poin.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, naik 0,10 persen menjadi 2.044,22 poin pada awal perdagangan.

Di sisi lain, kurs tengah yuan China kembali melemah 34 basis poin menjadi 6,9897 terhadap dolar AS. Menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS), yuan telah turun 95 basis poin sehari sebelumnya.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA