Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

PGN akan Restrukturisasi Anak Usaha

Selasa 11 Feb 2020 09:56 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso. PGN akan melakukan restrukturisasi anak usaha.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso. PGN akan melakukan restrukturisasi anak usaha.

Foto: Republika/Prayogi
Restrukturisasi anak usaha untuk mengurangi tumpang tindih bisnis PGN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana untuk melakukan restrukturisasi anak usaha dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan perusahaan mengingat banyaknya anak usaha dan tumpang tindih bisnis.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menjelaskan upaya restrukturisasi ini akan dilakukan perusahaan dalam kurun waktu dua tahun mendatang. Harapannya, dengan restrukturisasi anak usaha perusahaan bisa lebih efisien.

“Sehingga, tujuan dari restrukturisasi ini adalah membuat anak usaha lebih link lebih efisien dan juga seluruh biaya-biaya yang tidak perlu dapat kami hilangkan. Kami harapkan bisa selesai dalam tempo dua tahun,” ujar Gigih, Senin (10/2).

Baca Juga

Lebih lanjut dirinya mengatakan, meski ditargetkan dua tahun, pihaknya akan terus mendorong upaya-upaya percepatan sejak tahun pertama. Sehingga bisnis utama dari PGN nantinya terbatas pada bisnis transmisi, distribusi gas, dan infrastruktur.

“Jadi kita akan buat anak perusahaan yang dimiliki PGN hanya kira-kira mungkin secara major sekitar 5-6 anak usaha selebihnya kita akan lakukan restrktrisasi,” imbuhnya.

Kunci dari efisiensi menurutnya adalah bagaimana menekan semua biaya yang dikeluarkan. Gigih menyebut penugasan dari pemerintah ke PGN sudah cukup banyak. Mulai dari pembangunan jaringan gas (Jargas) saat ini sudah mencapai 4,7 juta sambungan, gasifikasi kilang-kilang pertamina, hingga gasifikasi PT PLN (Persero).

“Tentunya butuh sumber daya manusia (SDM) yang capable dalam hal projek management tentunya akan tetap melakukan perbaikan dan juga perkembangan untuk ini. Dan juga masalah pendanaan kami akan berkonsultasi dengan Pertamina sebagai holding kami apakah Pertamina juga bisa memberikan support terhadap pembiayaan projek-projek ini,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA