Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Kekhawatiran Virus Corona Meningkat, Harga Emas Naik

Selasa 11 Feb 2020 07:49 WIB

Red: Friska Yolanda

Emas (ilustrasi). Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada akhir perdagangan Senin (10/2) karena korban tewas akibat wabah virus corona terus meningkat.

Emas (ilustrasi). Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada akhir perdagangan Senin (10/2) karena korban tewas akibat wabah virus corona terus meningkat.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Virus corona mendorong investor masuk ke investasi safe-haven.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada akhir perdagangan Senin (10/2) karena korban tewas akibat wabah virus corona terus meningkat. Ini mendorong investor mencari tempat investasi yang aman dari dampak ekonomi.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi keempat berturut-turut di tengah meningkatnya permintaan safe-haven. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 6,10 dolar AS atau 0,39 persen menjadi menetap di 1.579,50 dolar AS per ounce. Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,40 persen diperdagangkan pada 1.575,71 dolar AS per ounce pada pukul 01.57 sore waktu setempat (18.57 GMT). Sesi tertinggi sejak 4 Februari di 1.576,76 dolar AS.

"Kekhawatiran virus corona terus melihat arus masuk safe-haven menuju ke emas dan itu positif untuk harga," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Kenaikan mata uang safe-haven dolar AS juga membatasi keuntungan emas, ketika indeks dolar mencapai puncak tertinggi empat bulan.

Korban tewas akibat epidemi telah melampaui Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus di luar China bisa jadi hanya ujung gunung es.

Investor tetap berhati-hati meskipun otoritas China mulai membuka beberapa pekerjaan dan pembatasan perjalanan, membantu bisnis untuk melanjutkan operasi. Sejak akhir bulan lalu, ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah menderita penutupan bisnis yang lama, penguncian dan pembatasan perjalanan karena wabah yang melanda di sekitar liburan Tahun Baru Imlek, waktu puncak untuk perjalanan dan bisnis.

Emas, dipandang sebagai investasi yang aman selama krisis, dimulai dengan solid tahun ini, memperoleh hampir empat persen sejauh pada tahun ini, setelah kenaikan tahunan sekitar 18 persen pada 2019.

Di pasar spot lainnya, palladium naik 1,2 persen menjadi 2.343,89 dolar AS per ons, perak naik 0,8 persen menjadi 17,81 dolar AS, sementara platinum turun 0,3 persen menjadi 962,04 dolar AS.

Di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik 9,3 sen atau 0,53 persen, menjadi ditutup pada 17,785 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman April turun 2,30 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi menetap di 966,90 dolar per ons.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA