Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Dampak Virus Corona

Selasa 11 Feb 2020 06:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Iman Sugema

Iman Sugema

Foto: Republika/Da'an Yahya
Penularan virus ekonomi akan jauh lebih dahsyat dibanding penularan virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Iman Sugema

Sampai saat ini virus corona telah menyebar ke seluruh benua. Masih menjadi pertanyaan, sampai kapan umat manusia akan mampu mengatasinya? Makin lama, makin banyak orang yang tertular dan menjadi korban.

Sejalan dengan itu, dampak ekonominya juga akan makin parah. Bagaimana dampaknya terhadap perekonomian global dan nasional? Itulah yang akan menjadi pokok bahasan kali ini.

Dampaknya terhadap perekonomian global sangat bergantung pada dua hal. Yang pertama tentunya adalah sejauh mana sebaran virus akan meluas. Di sekitar 21 negara sudah ditemukan kasus jangkitan corona. Di antaranya adalah negara-negara dengan ukuran ekonomi sangat besar seperti Amerika Serikat, India, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis.

Sebagai ilustrasi, kita hanya akan membahas bagaimana kalau hanya China yang terjangkit secara akut. Kita kemudian bisa menggeneralisasi bila kemudian negara-negara lainnya menyusul seperti China.

Sebagaimana Anda lihat dalam video di pemberitaan media konvensional maupun media sosial, Wuhan seperti kota mati. Bagaimana kalau mayoritas wilayah China lainnya menyusul seperti Wuhan? Aktivitas ekonomi di Negeri Tirai Bambu bisa dipastikan lumpuh total.

Resesi ekonomi menjadi sebuah konsekuensi logis. Orang-orang di China akan mengurangi aktivitas ke luar rumah. Bahkan, kantor dan pabrik serta pusat perbelanjaan akan lumpuh total. Kalau kelumpuhan ini berlangsung berbulan-bulan, dampak temporernya akan sangat dahsyat.

Kalau saja China lumpuh total selama satu bulan, jumlah output-nya akan berkurang setara dengan lumpuh totalnya ekonomi Indonesia selama satu setengah tahun. Dari sisi dampak ekonomi, hal ini jelas bukan perkara enteng.

Belum lagi kalau kita perhitungkan dampak ikutannya terhadap negara lainnya. Dengan berkurangnya pendapatan rata-rata di China, permintaan barang secara global akan makin menyusut. Intensitas perdagangan dan investasi dari dan ke China pasti menyusut drastis.

Mungkin kita berpikir bahwa hubungan perdagangan dan investasi dapat difasilitasi secara daring. Namun, siapa orang yang mau mengangkut barang dari dan ke China kalau seandainya seluruh wilayah China terjangkit? Karena China merupakan spesialis produk berharga miring, untuk sementara waktu seluruh dunia akan kehilangan kesempatan menikmati harga rendah. Setelah stok impor dari China habis, tak pelak lagi semua orang harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli barang dengan harga yang lebih mahal.

Contoh sederhananya adalah kenaikan harga bawang putih impor yang sekarang ini terjadi. Bisa saja kita beli dari negara lain, tetapi tentunya dengan harga yang sudah pasti lebih mahal. Belum lagi, pemasok biasanya memanfaatkan kesempatan untuk menimbun yang pada gilirannya mendorong harga lebih tinggi daripada seharusnya.

Jenis barang apa sih yang tidak diperdagangkan dengan China oleh seluruh negara di dunia? China mengekspor dan mengimpor seluruh jenis barang ke seluruh dunia. Hampir bisa dipastikan, kenaikan harga berbagai jenis barang terjadi di seluruh dunia, tanpa kecuali.

Memang, beberapa jenis barang dan jasa akan turun harganya. Kalau pergerakan orang dari dan ke China berhenti secara total, secara global permintaan terhadap jasa penerbangan dan akomodasi akan turun drastis.

Dalam kedua jenis jasa ini, hampir dipastikan harga akan turun di seluruh dunia. Bukan hanya karena orang China tidak bepergian ke luar China, tetapi pada umumnya orang di seluruh dunia akan cenderung menunda perjalanan ke luar negeri.

Alasan utamanya karena risiko tertularnya virus corona belum bisa terdefinisikan secara akurat. Risiko yang dihadapi adalah kematian.

Berapa pun kecilnya peluang kematian pasti akan dihindari oleh setiap orang. Jadi, sementara ini kita akan menyaksikan pusat-pusat transit dunia seperti Hong Kong, Singapura, atau Dubai menjadi relatif sepi. Demikian pula dengan pusat wisata seperti Bali akan sepi sementara waktu.

Karena itu, menjadi sangat penting untuk memperhatikan faktor yang kedua, yakni seberapa lama virus corona mampu diatasi. Makin singkat ditemukan cara mengatasinya, makin ringan dampak ekonominya.

Adalah menjadi kepentingan semua orang di dunia agar sesegera mungkin menemukan cara mengobati dan mencegah penularan virus corona. Terlebih, penularan virus ekonomi akan jauh lebih dahsyat dibanding penularan virus corona. Walaupun virus corona mungkin tidak pernah menjangkiti rumah Anda, dampak ekonominya akan terasa oleh kita semua.

Semoga saja masalah corona ini cepat selesai. Kalau tidak, ekonomi dunia akan segera menggigil.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA