Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Program Manasik Sepanjang Tahun di DIY Berjalan Lancar

Senin 10 Feb 2020 18:00 WIB

Rep: Sylvi Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Program Manasik Sepanjang Tahun di DIY Berjalan Lancar. Foto: Latihan manasik haji (ilustrasi).

Program Manasik Sepanjang Tahun di DIY Berjalan Lancar. Foto: Latihan manasik haji (ilustrasi).

Foto: Republika/Tahta Aidilla
DIY menjadi pioner program manasik haji sepanjang tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan mengatakan, belum ada kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan Program Manasik Sepanjang Tahun. Program ini sendiri sudah dijalankan sejak Januari 2020.

"Kendala sementara tidak ada. Sekarang sambil berjalan kita lakukan pemantauan," kata Edhi kepada Republika saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (10/02).

Baca Juga

Pelaksanaan program ini digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di empat kabupaten dan kota di DIY. Program ini akan dilakukan tiap Jumat yang dimulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB.

"Kota (Yogyakarta) semua KUA melaksanakan. Hanya di Gunungkidul dan Kulonprogo jamaahnya kecil, jadi digabung ke KUA yang jamaahnya banyak. Bantul dan Sleman hampir semua KUA yang melaksanakan," kata Edhi.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan di masing-masing KUA. Untuk itu, evaluasi akan dilakukan pada Maret 2020 nanti.

"Evaluasi setelah tiga bulan (pelaksanaan). Ini baru pemantauan saat pelaksanaan. Maret lah Insya Allah kita lakukan evaluasi," jelasnya.

Program ini diluncurkan pada 26 Desember 2019 lalu. Program ini diluncurkan guna memberikan pendampingan manasik kepada calon jamaah dan membekali dengan pengetahuan haji secara optimal.

Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi H Dasir mengatakan, DIY merupakan pioneer pelaksanaan program tersebut. Ia pun berharap program tersebut juga dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia.

"Program ini penting karena segi ibadah bagi jamaah haji sesungguhnya adalah yang utama. Kadang kita terlalu sibuk terkait hotel, layanan, makanan, namun melupakan pentingnya segi ibadah haji bagi jamaah," katanya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, melalui program ini tentu dapat memandirikan dan meningkatkan pengetahuan jamaah. Ia pun menilai, pembekalan yang diberikan terhadap calon jamaah haji selama ini belum optimal.

"Selama ini yang telah berjalan 10 kali manasik yang dilakukan masing-masing delapan kali di KUA ditambah dua kali tingkat kabupaten/kota tentu belum memadai," ujarnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA