Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Erick Minta BUMN Waspadai Dampak Virus Corona

Senin 10 Feb 2020 17:14 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Virus corona berpotensi mengganggu hubungan kerja sama Indonesia dengan banyak negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mewaspadai terus memburuknya kondisi dunia akibat wabah virus corona. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelar rapat terbatas dengan seluruh menteri pada Selasa (11/2) untuk membahas antisipasi terjadinya resesi ekonomi global apabila wabah virus corona terus berlangsung.

Akibat wabah Korona, Erick menyampaikan China telah mengalami dampak ekonomi berupa penurunan indeks Shanghai Composite sebesar 9 persen pada awal Februari, kekurangan tenaga kerja yang signifikan, industri pariwisata dan penerbangan China terpukul keras, dan terganggunya rantai pasok untuk teknologi tinggi karena kesulitan memasukan  kebutuhan bahan pendukung.

Bagi Indonesia, dampak wabah virus corona juga berpotensi menggangu hubungan ekonomi dan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara, menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, hingga melemahkan ekspor Indonesia ke berbagai negara.

"Misalnya investasi Indonesia dengan Abu Dhabi kemarin ditandatangani bisa saja dihold. Orang Abu Dhabi tidak tahu apakah Indonesia aman atau tidak (akibat corona)," ujar Erick saat acara '1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum' di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2).

Erick bersama Wamen BUMN dan Deputi Kementerian BUMN sedang memastikan dampak bagi BUMN terkait kondisi wabah virus corona. Meski belum ditemukan kasus corona di Indonesia, Erick meminta seluruh BUMN melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Erick mengatakan bahan baku obat di Indonesia sendiri didominasi dari China sebesar 60 persen dan India sebesar 30 persen. Erick mendorong BUMN farmasi untuk mengantisipasi hal tersebut.

Erick juga meminta Garuda Indonesia memikirkan strategi lain pascaditutupnya penerbangan rute Indonesia-China. Garuda, kata Erick, bisa mengoptimalkan layanan domestik dengan menggunakan pesawat berbadan besar.

"Kita harus siap, waspada, bukan menakut-nakuti. Sebab kita sudah lihat dampak di China, Singapura sekarang, sebab itu saya ingin bapak ibu di BUMN, tolong saling koordinasi dengan Pelindo, Angkasa Pura, Garuda, tolong bantu," ucap Erick.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA