Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Penembakan di Thailand Dilakukan Pelaku Tunggal

Senin 10 Feb 2020 08:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Polisi Thailand melakukan olah tempat kejadian perkara insiden penembakan di Mal Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Ahad (9/2).

Polisi Thailand melakukan olah tempat kejadian perkara insiden penembakan di Mal Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Ahad (9/2).

Foto: AP/Sakchai Lalitkanjanakul
Korban meninggal dalam penembakan di Thailand mencapai 29 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Masyarakat Thailand tengah berduka atas penembakan massal yang menewaskan 29 orang dan melukai 58 lainnya. Pihak berwenang mengatakan serangan itu dilakukan oleh pelaku tunggal.

Baca Juga

"Ini kejadian yang tak pernah terjadi di Thailand," kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Senin (10/2).

Prayuth mengunjungi para penyintas kejadian itu dirawat. Jumlah korban tewas melampaui serangan besar terburuk di Thailand sebelumnya pada 2015 saat Kuil Erawan di Bangkok dibom oleh seorang penyeludup manusia.

"Saya harap ini insiden satu-satunya dan yang terakhir dan tidak akan pernah terjadi lagi, tidak ada satu pun yang ingin ini terjadi, pada momen ini jadi bisa karena kesehatan jiwa orang itu," kata Prayuth.

Ia mengatakan sempat khawatir warga yang berada di lokasi kejadian tidak sengaja terkena peluru polisi. "Saya sudah periksa, hal itu tidak terjadi," katanya.

Pelaku penembakan adalah seorang anggota tentara Jakrapanth Thomma. Ia bekerja di pangkalan militer sekitar 250 kilometer dari Bangkok.

Jenazah korban disemayamkan di Nakhon Ratchasima, wilayah pinggir kota yang miskin di timur laut Thailand. Sekitar 1.000 orang mengikuti upacara pemakaman yang dipimpin oleh biksu Buddha.

Mereka menyalakan lilin dan melantukan doa-doa di alun-alun kota tempat patung Thao Suranari berada. Thao Suranari seorang istri gubernur yang dihormati karena memimpin pasukan melawan penjajah dari Laos dua abad yang lalu. Keluarga korban dan penyintas berkumpul di rumah sakit kota, tempat di mana mereka mengungkapkan kesedihan mereka. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA