Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Ratusan Warga Banyumas Keracunan Makanan

Ahad 09 Feb 2020 17:52 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi keracunan

Ilustrasi keracunan

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Ada 196 orang yang diangkut ke puskesmas dan RSUD Ajibarang dengan gejala keracunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Ratusan warga Desa  Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, mengalami gejala keracunan, Sabtu (9/2). Warga diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan dari acara acara selamatan atau syukuran seorang warga.

Sarwati (47), seorang warga setempat menyebutkan gejala keracunan yang mereka alami berupa pusing, muntah-muntah, dan diare. ''Saya kira saya sakit biasa. Tapi ternyata yang sakit tidak hanya saya. Tapi juga banyak warga lainnya,'' ujar dia, yang sempat dirawat di Puskesmas Wangon, Ahad (9/2).

Dia mengaku tidak tahu makanan apa yang menyebabkan dirinya mengalami keracunan. Waktu itu, banyak warga mendapat kiriman makanan selamatan tujuh bulanan kehamilan seorang warga.

''Kiriman makanannya berupa nasi,  kluban (urap sayur) dan  berbagai makanan lainnya. Kami mendapat kiriman makanan itu Jumat sore,'' katanya.

Saat menyantap makanan itu, kebanyakan warga belum merasakan gejala apa-apa. Namun mulai Sabtu (8/2)  siang, warga mulai mengeluh merasakan gejala sakit yang sama. Perangkat desa Pengadegan yang mengetahui banyak warganya mengeluh sakit yang sama, akhirnya melaporkan kejadian ini ke Puskesmas Wangon I.

Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto yang mendapat laporan kejadiani ini, langsung meninjau Puskesmas Wangon I untuk memantau penanganan. Bahkan mobil ambulans dari pukesmas lain ikut dikerahkan untuk membantu mengangkut korban.

''Seluruhnya ada 196 orang yang diangkut ke puskesmas dan RSUD Ajibarang untuk mendapat penanganan. Seluruhnya mengeluh dengan gejala keracunan,'' katanya.

Setelah kejadian itu, Sadiyanto juga menyatakan, petuganya telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gejala keracunan.

''Kami menduga makanan yang menimbulkan gejala keracunan memang mengarah ke makanan dari hajatan tersebut. Namun jenis makanannya, belum bisa kami pastikan,'' jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ( P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Dwi Mulyanto, mengatakan sisa makanan ini  akan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jateng di Semarang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA