Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Harga Sarang Burung Walet Merosot Akibat Wabah Corona

Kamis 06 Feb 2020 16:08 WIB

Red: Nora Azizah

Wabah Virus Corona juga berimbas terhadap bisnis sarang burung walet (Foto: sarang burung walet)

Wabah Virus Corona juga berimbas terhadap bisnis sarang burung walet (Foto: sarang burung walet)

Foto: Humas Kementan
Sejauh ini, konsumen sarang burung walet terbesar adalah China.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Wabah Virus Corona juga berimbas terhadap bisnis sarang burung walet. Pasalnya, harga sarang burung walet terus merosot sejak wabah corona, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Sejak kasus Virus Corona muncul, harga terus turun. Eksportir terkendala mengekspor sarang burung walet ke China karena banyak penerbangan ke China ditutup. Selain itu, merebaknya penyakit itu juga berimbas pada tingkat permintaan di sana," kata Ardianur, salah satu pelaku usaha sarang burung walet di Sampit, Kalimantan Tengah, Kamis (6/2).

Dia mengatakan, sekitar 20 hari lalu harga sarang walet jenis mangkok Rp 13 juta/kg, sudut Rp 9 juta/kg, dan patahan Rp 8 juta/kg. Dua hari lalu harga sarang walet sudah turun menjadi jenis mangkok menjadi Rp 10 juta/kg, sudut Rp 8 juta/kg, dan patahan Rp 7 juta/kg.

Bahkan hari ini, Ardianur menyebutkan harga kembali turun yakni jenis mangkok Rp 10 juta/kg, sudut Rp 7 juta/kg dan patahan Rp 6 juta/kg. Dia khawatir harga terus turun jika pemerintah melarang penerbangan dari Indonesia menuju China sehingga ekspor sarang burung walet semakin sulit.

"Saya masih membeli sarang burung walet, tapi tidak berani menyimpan stok banyak karena takut harga sewaktu-waktu turun lagi. Bagi saya yang masih skala kecil, kondisi seperti itu bisa membuat rugi. Makanya saat ini kalau saya dapat barang (sarang walet), langsung saya lempar (jual) lagi," kata Ardianur.

Hal serupa diungkapkan Wiyono, pelaku usaha sarang burung walet lainnya. Saat ini harga sarang walet terus turun, diyakini imbas merebaknya Virus Corona baru di China yang berdampak pada sulitnya pengiriman dan menurunnya permintaan.

Menurut Wiyono, harga sarang burung walet turun hampir 50 persen dari harga normal. Informasi yang ia dapat karena jadwal penerbangan ke China semakin berkurang. Padahal, konsumen terbesar sarang burung walet selama ini dari China.

"Kami berharap dinas terkait cepat menanggapi masalah turunnya harga sarang burung walet, karena mayoritas di Kotawaringin Timur ini banyak mengandalkan pendapatan dari hasil budi daya sarang burung walet," kata Wiyono.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA