Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Menanak Nasi Bersama Bawang Putih, Adakah Gunanya?

Rabu 05 Feb 2020 02:02 WIB

Rep: MGROL 125/ Red: Reiny Dwinanda

Bawang putih. Pengguna media sosial ramai merekomendasikan menanak nasi dengan memasukkan beberapa siung bawang putih dengan klaim dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Bawang putih. Pengguna media sosial ramai merekomendasikan menanak nasi dengan memasukkan beberapa siung bawang putih dengan klaim dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Foto: smartertravel
Pengguna media sosial ramai mendiskusikan khasiat menanak nasi bersama bawang putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan, makin banyak orang yang tertarik mengonsumsi bahan-bahan alami demi kesehatan. Salah satu yang sering diperbincangkan di media sosial ialah khasiat bawang putih.

Baca Juga

Tips menanak nasi bersama beberapa siung bawang putih pun tersebar luas di media sosial dengan iming-iming bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Caranya, cukup cuci beras lalu tambahkan air sesuai takaran kemudian masukkan tiga siung bawang putih.

Jika tak suka aroma bawang putih, maka tambahan daun pandan bisa digunakan untuk menetralisir. Klaim manfaat kesehatan dari menanak nasi dengan bawang putih itu mitos atau fakta, ya?

Menurut Dr dr Inge Permadhi SpGK, kiat seperti tidak benar. Tidak ada argumentasi ilmiah yang mendukung klaim khasiat menggunakan bawang putih utuh sebagai campuran untuk menanak nasi.

“Memasukkan bawang putih utuh saat menanak nasi dengan harapan suhu yang panas menyebabkan zatnya jadi keluar itu mitos,” jelas dokter spesialis gizi klinis ini.

Sebaliknya, menurut Inge, suhu panas justru dapat merusak. Zat aktif yang terkandung di dalam bawang putih malah bisa menjadi hilang.

Berdasarkan hasil penelitian, bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang mengandung antioksidan dan dapat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu cara yang sudah banyak diketahui untuk mengonsumsi bawang putih ialah dengan memanggangnya.

“Bawang putih harus dipanggang terlebih dahulu karena kalau tidak pasti akan pedas sekali,” katanya.

Terlepas dari itu, Inge mengatakan, perlu penelitian lebih lanjut mengenai takaran bawang putih yang perlu dikonsumsi dalam sehari agar bisa mendapatkan manfaat yang diinginkan bagi tubuh.

“Perlu penelitian, apakah hanya enam saja atau malah harus satu kilogram, karena bawang putih kalau mau diambil zat aktifnya kan hanya sedikit dan zat aktif yang lainnya belum tentu yang kita cari,” katanya.
(MGROL 125/Hanna Kalyca Khoeroh)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA