Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

18 Mal di Jabar Diduga Beralih Fungsi Jadi Tempat Kebaktian

Senin 03 Feb 2020 19:28 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Ormas Islam se Jabar, beraudensi dengan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk menampung aspirasi mereka. Salah satunya, mereka menyampaikan informasi adanya 18 mal di Jabar yang diduga beralih fungsi menjadi tempat ibadah.

Ormas Islam se Jabar, beraudensi dengan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk menampung aspirasi mereka. Salah satunya, mereka menyampaikan informasi adanya 18 mal di Jabar yang diduga beralih fungsi menjadi tempat ibadah.

Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Diduga lokasi terbanyak di Bandung karena mal paling banyak di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Harian Dewan Dakwah Jabar, M Roin menduga ada 18 mal di Jabar yang dijadikan tempat peribadatan. Menurutnya, data tersebut diperoleh karena ada khusus kajian bersama pengalih fungsian gedung atau ruang. "Dari kajian, itu yang sudah kami dapatkan," ujar Roin kepada wartawan di Gedung Sate, Senin (3/1).

Baca Juga

Saat ditanya mal di daerah mana yang paling banyak digunakan untuk kebaktian, Roin mengatakan, saat ini memang belum ada data pasti. Tapi, kemungkinan di Bandung. "Karena kan mal paling banyak ada di Bandung," katanya.

Menurut Roin, terkait temuan ini, pihaknya sudah memberikan sikap resmi dengan datang ke Kementerian Agama dan MUI. Karena, di sana ada pelanggaran SKB dua menteri karena mengalihfungsikan ruang gedung menjadi tempat ibadah.  "Itu ada aturannya, tak boleh bangunan mal seolah-olah jadi gereja," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, ada istilah gereja dan non-gereja. Karena ada ruangan gedung yang difungsikan. Padahal, dalam aturan jelas bagaimana aturan terkait pendirian rumah ibadah.  "Selama SKB 3 menteri diakui dan ditaati bersama maka insya Allah akan aman," katanya.

Sementara menurut Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, terkait adanya 18 mall yang dijadikan tempat kebaktian, ia minta datanya yang otentik. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA