Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Jangan Terprovokasi Pengrusakan Masjid Minahasa

Ahad 02 Feb 2020 19:40 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Indira Rezkisari

Masjid. Kabar pengrusakan masjid di Minahasa telah memicu sentimen antarumat beragama.

Masjid. Kabar pengrusakan masjid di Minahasa telah memicu sentimen antarumat beragama.

Foto: AP
Pengrusakan masjid Minahasa dipandang aksi kriminal semata.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Forum Kerukunan Umat Beragama Sumatra Barat mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kasus pengrusakan rumah ibadah yakni masjid di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumbar, Yulius Said mengatakan semua pihak harus memercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian.

"Saya imbau kepada saudara kita baik agama Islam maupun non-Muslim, kita sudah sangat rukun dan aman serta tentram. Kita tidak pernah terjadi apa-apa kalau tidak diprovokasi orang lain," kata Yulius, Ahad (2/2).

Yulius menilai pengrusakan masjid di Minahasa Utara merupakan tindakan kriminal. Ia berharap kepolisian dapat menindak pelaku hingga menyeretnya ke pengadilan.

Yulius juga menyayangkan kejadian ini menimbulkan perselisihan antar umat beragama di media sosial. Karena penyebaran informasi di dunia maya menarik banyak opini dan rentan terjadi kesalahpahaman.

Yulius menginginkan kasus pengurasakan masjid di Minahasa Utara ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Terlebih banyak yang tidak paham bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya.

"Itu suatu perbuatan kriminal yang tidak boleh terjadi. Tapi karena ada berbenturan antara umat beragama, itu dibesar-besarkan. Kita belum tahu persis bentuk kejadian seperti apa,'' ujar Yulius.

Yulius yang juga merupakan Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatra Barat itu menambahkan seluruh umat bergama terutama Islam dan non-Muslim agar tetap menjaga kerukunan supaya situasi masyarakat tetap aman dan tentram. Menurut Yulius, selama ini kerukunan antar umat beragama selalu terjaga. Bila ada perselisihan lebih sering terjadi karena adanya pihak luar yang memprovokasi untuk tujuan tertentu.

Pada kesempatan berbeda Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumbar, Kombes Pol Nasrun Fahmi meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus pengrusakan masjid di Minahasa Utara ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Fahmi menyebut kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan.

Fahmi menginginkan masyarakat terutama pemeluk agama Islam tidak terprovokasi akibat kehadian ini.

''Kejadian di Minahasa telah ditegaskan itu pengerusakan, bukan konflik antar umat beragama," ucap Fahmi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA