Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Rusia Hentikan Sementara Bebas Visa dari dan ke China

Ahad 02 Feb 2020 11:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Rusia Hentikan Sementara Bebas Visa dari dan ke China. Antrean truk pembawa meterial pembangunan rumah sakit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Pemerintah China memerintahkan pembangunan rumah sakit baru untuk menampung ribuan korban Virus Corona. Pemerintah setempat menargetkan pembangunan rumah sakit ini selesai dalam waktu sepekan. (Chinatopix via AP)

Rusia Hentikan Sementara Bebas Visa dari dan ke China. Antrean truk pembawa meterial pembangunan rumah sakit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Pemerintah China memerintahkan pembangunan rumah sakit baru untuk menampung ribuan korban Virus Corona. Pemerintah setempat menargetkan pembangunan rumah sakit ini selesai dalam waktu sepekan. (Chinatopix via AP)

Foto: CHINATOPIX
Rusia berusaha menahan laju penyebaran virus corona yang berjangkit di China.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia menyatakan menghentikan sementara perjalanan wisata para penerima fasilitas bebas visa dari dan ke China, Sabtu (1/2). Langkah itu diambil dalam upaya menahan laju penyebaran virus corona yang berjangkit di China.

Otoritas bilateral menyangkut pembebasan visa bagi kelompok-kelompok perjalanan wisata yang disetujui pada 2000, membekukan sementara fasilitas tersebut mulai 2 Februari. Rusia juga untuk sementara tidak akan menerima atau mengeluarkan visa kerja bagi warga negara China.

Rusia melaporkan kasus pertama virus corona pada Jumat (31/1). Rusia melarang penerbangan langsung ke China, mitra dagang utama negara itu. Militer Rusia mulai mengevakuasi para warga negara Rusia dari China terkait wabah tersebut.

Baca Juga

Kantor berita Interfax dan TASS, Ahad (2/2) melaporkan militer Rusia akan mulai menggelar evakuasi pada Senin (3/2) dan Selasa (4/2). Dalam laporan tersebut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan evakuasi akan dimulai dari daerah terdampak paling parah.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 2.102 kasus baru yang terkonfirmasi. Maka kini jumlah total yang terinfeksi menjadi 11.791 orang. Dilaporkan ada 130 kasus dari dua lusin negara. Jumlah korban meninggal dunia di China mencapai 304 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA