Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Maruarar: Umat Kristen Harus Bisa Adil

Ahad 02 Feb 2020 10:23 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Politisi PDIP Maruarar Sirait.

Politisi PDIP Maruarar Sirait.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Peristiwa di Minahasa Utara menjadi otokritik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait mengajak umat Kristiani agar menjadi Pancasilais sejati, yang terbuka dan toleran. Mereka diajak untuk menjadi umat yang adil.

"Mari menjadi orang Kristen yang adil,” kata Maruarar dalam siaran persnya, Sabtu (1/2).

Umat Kristen yang Pancasilais dan adil, menurut Maruarar, tidak akan bersikap diskriminatif. Baik dalam perkataan maupun tindakan. Mereka tidak membela keragaman tidak hanya jika berkaitan dengan orang Kristen saja. Tapi semua kepentingan umat beragama.

"Jangan hanya bersuara kalau ada gereja yang gak dapat izin. Sementara kalau ada masjid yang gak dapat izin di tengah mayoritas Kristen, kita diam saja,” ungkap Maruarar.

Jika bersikap adil, lanjutnya, maka semua agama bisa menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.

"Jangan hanya berjuang untuk gereja saja. Kalau tahu ada masjid yang tidak bisa dibangun di daerah yang mayoritas Kristen, harus berjuang dan bela juga. Kita berjuang untuk semua. Itu baru namanya Pancasialis sejati," kata Maruarar.

Politikus yang dekat dengan Jokowi ini mengaku punya pengalaman saat menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) selama 15 tahun. Di dapil itu 99 persen beragama Islam dan 95 persen bersuku Sunda.

"Hingga saya ditanya Gus Dur mengapa bisa menang. Saya bilang di dapil saya itu saya menemukan Islam yang ramah dan toleran. Dan bagi saya, Pancasila adalah hadiah terbaik Umat Islam,” ungkapnya.

Maruarar mengatakan tema Natal 2019 "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang" bisa menjadi otokritik bagi umat Kristiani sendiri. Sebab bisa jadi sesama orang Kristen pun belum bisa menjadi sahabat satu sama lain.

"Mungkin ini menjadi otokritik juga untuk KWI dan PGI. Apakah kita bisa menjadi sahabat satu sama lain. Buktikan bahwa kita memang sahabat bagi semua orang," kata Maruarar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA