Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Cegah Anak Depresi, Hadirlah dengan Penuh Kehangatan

Ahad 02 Feb 2020 02:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Remaja depresi. Kehadiran orang tua penuh kehangatan di kehidupan anak dapat mencegahnya depresi.

Remaja depresi. Kehadiran orang tua penuh kehangatan di kehidupan anak dapat mencegahnya depresi.

Foto: Pixabay
Kehadiran orang tua penuh kehangatan di kehidupan anak dapat mencegahnya depresi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Depresi pada anak dapat dicegah dengan pola asuh orang tua yang tepat guna mendukung kondisi mental anak. Tidak hanya orang tua, psikiater Lahargo Kembaren mengatakan, semua pihak harus turut mendukung hal tersebut.

Lahargo menyerukan agar orang tua hadir dengan penuh kehangatan dalam setiap kehidupan anak. Kehadiran orang tua yang perhatian, penuh kasih, dan menjaga sangat dibutuhkan oleh anak.

Baca Juga

"Tidak cukup hanya pemenuhan materi, seperti uang sekolah saja," ujarnya.

Lahargo menjelaskan, guru di sekolah juga patut memberi sokongan untuk siswa yang terlihat mengalami gejala depresi. Perhatian dari guru terhadap anak yang menunjukkan perubahan pada pikiran, sikap, dan perilaku akan sangat membantu.

Teman dan sahabat pun perlu menunjukkan empati terhadap anak yang disinyalir mengidap depresi. Perlakuan yang baik amat penting sebab tidak semua anak dan remaja punya ketahanan mental yang baik bila diejek, dirisak, atau dijauhi.

Secara umum, langkah pencegahan depresi pada anak bisa dilakukan dengan memberikan cinta kasih dan perhatian tulus. Dorong anak untuk mau bercerita tentang apa yang dialaminya, sekaligus pastikan dia nyaman dan bebas bercerita.

Orang tua perlu mendengarkan dan menyimak dengan saksama, alih-alih terlalu cepat menasihati dan menghakimi. Bersabarlah dalam menghadapi anak, karena ketidaksabaran orang tua atau guru bisa memberikan tekanan berat baginya.

Mengedukasi anak mengenai pentingnya kesehatan jiwa sebelum terjadi gejala juga amat berguna dilakukan. Bisa juga membantu anak mempelajari keterampilan coping yang efektif dalam menghadapi stres, misalnya melakukan relaksasi.

Dari segi fisik, pastikan anak melakukan olahraga secara rutin sekaligus memiliki waktu tidur dan istirahat yang cukup. Dari aspek mental, jangan segan menyampaikan kebanggaan terhadap anak untuk membangun harga diri dan rasa percaya dirinya.

"Kesehatan jiwa anak jauh lebih penting dari nilainya di sekolah. Mari sediakan waktu lebih banyak untuk anak karena mereka sangat memerlukan itu," ujar Lahargo yang praktik di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor dan Rumah Sakit Siloam Bogor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA