Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

Huawei Siap Rujuk dengan Google Jika. . .

Sabtu 01 Feb 2020 07:11 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Huawei Siap Rujuk dengan Google Jika. . .. (FOTO: Reuters/Thomas Peter)

Huawei Siap Rujuk dengan Google Jika. . .. (FOTO: Reuters/Thomas Peter)

Huawei adalah salah satu kontributor utama sistem operasi open source Android

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Fred Wangfei dari Huawei mengatakan perusahaan tidak memiliki rencana untuk kembali menggunakan layanan seluler Google: Play Store, Gmail, Google Maps, dan aplikasi buatan Google lainnya. Bahkan, jika Pemerintah AS memutuskan untuk mencabut larangan perdagangan yang memaksa Huawei mencari alternatifnya sendiri.

Baca Juga

Namun, meski komentar eksekutif menolak, Huawei mengatakan masih terbuka untuk menggunakan layanan Google setelah dilarang memasukkannya ke perangkat mereka tahun lalu.

Wangfei membuat perpecahan terdengar permanen, tetapi Huawei sudah berjalan kembali dan membiarkan pintu terbuka untuk hubungan yang dipulihkan dengan Google.

Baca Juga: Kelompok Keamanan Jaringan Uni Eropa Ikut Berkongsi dengan Huawei, Tak Peduli Seruan Amerika

"Pilihan pertama kami adalah ekosistem Android terbuka, termasuk GMS (Google Mobile Services), itulah yang membantu kami menjadi nomor dua di dunia untuk pengiriman smartphone," kata juru bicara Huawei dilansir dari The Verge, Jumat (31/1/2020).

Huawei masih dapat menggunakan sistem operasi inti Android, hanya tidak bisa menambahkan layanan Google. Untuk Mate 30 Pro dan produk mendatang lainnya, Huawei telah membangun versi API penting miliknya sendiri. 

"Saya percaya Google dan Huawei berharap lisensi akan diberikan, tetapi Anda perlu mengonfirmasi hal itu dengan Google," kata juru bicara itu kepada The Verge.

Baca Juga: Apple Bertekuk Lutut, Huawei dan Samsung Rajai Pengiriman Ponsel Global 2019

"Sebagai hasil dari pencatatan, kami sekarang sedang mengembangkan HMS (Huawei Mobile Services) dan mengundang pengembang aplikasi untuk bergabung. Penawaran ini telah menerima banyak minat positif di Eropa. Perlu ditegaskan kembali bahwa kami adalah salah satu kontributor utama sistem operasi open source Android selama lima tahun terakhir," lanjutnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA