Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Kabupaten Sabu Raijua di NTT Dilanda Kekeringan

Jumat 31 Jan 2020 11:36 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi. Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sabu Raijua NTT dilanda kekeringan.

Ilustrasi. Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sabu Raijua NTT dilanda kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sabu Raijua NTT dilanda kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sebagian besar wilayah di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan dilanda kekeringan akibat minimnya curah hujan pada musim hujan 2019/2020 ini. Keterangan ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua, Ndu Ufi.

"Saya melaporkan bahwa Sabu Raijua masih dalam kondisi kekeringan panjang, karena curah hujan sangat minim," katanya di Sabu Raijua, Jumat.

Dia mengemukakan hal itu melalui telepon dari Sabu Raijua setelah melakukan kunjungan ke sejumlah desa untuk melihat kondisi pertanian warga. Menurut dia, hujan memang sudah merata di wilayah Sabu Raijua. Akan tetapi hujan hanya berlangsung beberapa hari dan setelah itu sudah tidak hujan lagi.

"Wilayah Sabu punya struktur tanah agak berbeda. Kalau hujan selama satu hari dan tidak hujan berturut-turut tiga sampai empat hari, tanah sudah sangat kering dan tidak bisa ditanami," jelasnya.

Dia mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk segera melakukan pendataan di lapangan. Pendataan ini untuk memastikan daerah mana saja yang sudah ditanami tetapi mengering dan daerah mana saja yang belum tanam atau kemungkinan ada permasalahan bibit yang dihadapi petani untuk melakukan penanaman kembali.

"Kami baru selesai berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk segera melakukan pendataan sehingga bisa secepatnya menyiapkan langkah penanganan bersama," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA