Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Trump: Wabah Corona Baru Terkendali di AS

Jumat 31 Jan 2020 09:50 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Melawan Virus Corona

Ilustrasi Melawan Virus Corona

Foto: MgIT03
AS sudah mengevakuasi warganya dari China beberapa hari lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pemerintah AS bekerja sangat erat dengan China dalam menanggulangi wabah virus korona. Dia juga meyakini, wabah itu terkendali di negaranya.

Baca Juga

"Kami bekerja sangat erat dengan (China), dan dengan banyak orang, dan banyak negara dalam mememrangi wabah, Kami rasa kami sudah mengendalikannya dengan sangat baik," ujar Trump di Michigan.

AS sudah mengevakuasi warganya dari China beberapa hari lalu. Sebanyak hampir 200 AS yang berada di China telah dievakuasi dan kembali ke negara asal pada Rabu (29/1). Mereka akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dan akan ditahan sementara setidaknya selama tiga hari.

Mereka ditahan di pangkalan militer di Kalifornia untuk dipantau apakah memiliki gejala virus corona. Para pejabat kesehatan AS mengatakan tidak akan membuat karantina bagi para warga yang dievakuasi dari China. Termasuk mereka yang berasal dari Wuhan, kota yang merupakan tempat pertama kalinya virus korona jenis baru ditemukan.

Belum ada satu pun warga AS yang dievakuasi dari China menunjukkan tanda dan gejala terinfeksi virus corona. Namun, mereka dilaporkan dengan sukarela bersedia menetap lebih dahulu di pangkalan militer di Kalifornia untuk menjalani pemeriksaan.

Hingga Jumat (31/1), sebanyak 213 orang meninggal akibat virus corona. Sementara jumlah orang yang terpapar virus corona jenis baru yang diberi nama 2019-nCoV itu dalam 24 jam terakhir juga bertambah menjadi 9.066 orang dan yang terduga sebanyak 12.167 orang.

Selain itu terdapat pula 162 orang yang dinyatakan sembuh sehingga sudah bisa meninggalkan rumah sakit, demikian otoritas kesehatan setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan. Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak wabah tersebut, yakni 5.806 orang dinyatakan positif, 204 orang tewas, dan 116 orang dinyatakan sembuh.

Ibu Kota Provinsi Hubei di Wuhan sebagai pusat virus tersebut muncul juga masih mencatat angka kematian tertinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di provinsi itu, yakni sebanyak 159 orang. Di Wuhan terdapat 2.639 kasus positif dann 75 orang diizinkan meninggalkan rumah sakit.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA