Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Empat Golongan Manusia, yang Terbaik Golongan 3 dan 4

Jumat 31 Jan 2020 08:24 WIB

Red: Irwan Kelana

Ustaz Muhajir Affandi (kiri).

Ustaz Muhajir Affandi (kiri).

Foto: Dok SBBI
Golongan 1 ahli maksiat, golongan 2 manusia berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Ada bermacam-macam golongan manusia di dunia ini. “Manusia terbagi menjadi empat golongan,” kata Ustaz Muhajir Affandi MSi saat  mengisi pengajian guru dan tenaga kependidikan Sekolah Bosowa Bina Insani di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/1).

Ia menyebutkan, pertama, manusia yang tidak  punya lisan dan tak punya hati. Ini merupakan istilah untuk ahli maksiat. “Kelompok pertama ini merupakan orang bodoh. Jangan ditiru. Jauhi dia orang orang seperti ini,” kata Muhajir dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Kelompok kedua, kata dia, manusia punya lisan,  pintar bicara, dan  bicaranya penuh hikmah,  tapi tidak punya hati. “Jauhi orang ini. Dia  tidak dia melakukan apa yang dia bicarakan, karena keburukan hatinya. Orang ini sangat membahayakan bagi kita. Apalagi zaman sekarang,  keadaan  sudah tak karuan,” kata dosen Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu.

Ketiga, orang punya hati baik, tetapi tak pintar ngomong, tidak punya popularitas. “Siapa dia? Dia adalah  orang yang beriman yang Allah simpan di tengah-tengah manusia,  tapi tidak menampakkan kekuatan imannya. Ia membuka hatinya  terhadap keberadaan sikap dan tingkah laku kebiasaan manusia. Orang seperti ini adalah para wali Allah. Mereka  selalu Allah menyembunyikan segala kebaikannya. Kita harus hormat pada mereka,” paparnya.

Golongan keempat, kata Muhajir, manusia yang merupakan pembelajar, suka mengajarkan ilmunya kepada orang lain, dan suka mengamalkan ilmunya. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah para guru, dan siapapun orang yang senang belajar, senang mengajarkan ilmunya, dan senang mengamalkan ilmunya.

“Semoga kita termasuk ke dalam golongan ketiga atau keempat,” ujar Muhajir Affandi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA