Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Corona Buat Kejuaraan Atletik Indoor Dunia Ditunda

Kamis 30 Jan 2020 22:10 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

Virus Corona membuat kejuaraan atletik di Nanjing China ditunda.

Virus Corona membuat kejuaraan atletik di Nanjing China ditunda.

Foto: EPA-EFE/CDC
Kejuaraan atletik indoor dunia 2020 di Nanjing 400 kilometer dari Wuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, NANJING -- Kejuaraan atletik indoor dunia 2020 di Nanjing telah ditunda karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona di China. Rencananya, kejuaraan itu sebenarnya diadakan pada 13-15 Maret.

Badan atletik dunia memprediksi penundaan kejuaraan bisa sampai 12 bulan. Semuanya tergantung perkembangan virus corona. Nanjing sendiri berjarak sekitar 400 km dari Wuhan, lokasi penyebaran awal virus corona.

"Saran dari tim medis kami yang berkomunikasi dengan WHO menyatakan penyebaran virus corona di China masih dalam tahap mengkhawatirkan," tulis keterangan resmi Badan atletik dunia dilansir dari BBC pada Kamis, (30/1).

Badan atletik dunia mengambil keputusan tersebut berdasarkan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini sekaligus menolak pemerintah China dan negara lain yang menawarkan pemindahan lokasi.

"Kami sudah mempertimbangkan pemindahan lokasi ke negara lain. Tapi kami sadar penyebaran virus ini juga terjadi di luar China. Kami putuskan tidak melanjutkan kompetisi dengan penundaan hingga pemberitahuan lebih lanjut," lanjut keterangan resmi itu.

Badan atletik dunia menegaskan tetap melangsungkan kejuaraan tersebut setelah penundaan dicabut. Sebab Badan atletik dunia ingin mengapresiasi atlet yang telah berlatih keras.

"Kami tahu atlet ingin kejuaraan ini tetap berjalan. Kami terus bekerjasama dengan semua pihak untuk mengadakannya kemungkinan di 2021," ujarnya.

Diketahui, virus corona sudah membunuh lebih dari 130 orang di China. Lalu enam ribu orang lainnya sudah dinyatakan terinfeksi virus yang belum ada obatnya. Penyebaran virus itu sudah mencapai 16 negara. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA