Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Polri Upayakan Tersangka Kasus TPPI Diadili In Absentia

Jumat 31 Jan 2020 01:18 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Tersangka kasus TPPI, Honggo Wendratno masih belum diketahui keberadaannya.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyampaikan perkembangan kasus korupsi pembelian kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), kepada Komisi III DPR RI. Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan upaya agar mantan Direktur Utama TPPI Honggo Wendratno yang masih belum diketahui keberadaannya dapat diadili secara in absentia atau upaya mengadili seseorang dan menghukumnya tanpa dihadiri oleh terdakwa.
 
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengupayakan in absentia pada Honggo. Sembari melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk terus mencari keberadaannya.

"Berkoodinasi dengan JPU untuk proses peradilan in absentia terhadap tersangka Honggo, serta melakukan tahap dua terhadap Raden (Priyono) dan Joko Harsono," ujar Idham di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/1).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri diketahui telah menyerahkan dua tersangka korupsi pembelian kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) berserta barang bukti ke Kejaksaan Agung. Keduanya yakni mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.

Pelimpahan tersebut dilakukan, setelah Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara kasus korupsi kondensat lengkap atau P-21 sejak Januari 2019.

"Tersangka Honggo, Raden Priyono, dan Joko Harsono perkembangan kasusnya juga sudah berjalan," ujar Idham.

"Kemudian tahap dua belum terlaksana, karena JPU meminta agar tiga orang tersangka diserahkan bersamaan sedangkan tersangka Honggo belum diketahui keberadaannya," lanjutnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA