Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

3 Desa di Lombok Tengah Siap Meriahkan MotoGP 2021

Kamis 30 Jan 2020 23:55 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kawasan Sirkuit Mandalika MotoGP 2021.

Kawasan Sirkuit Mandalika MotoGP 2021.

Foto: AHMAD SUBAIDI/ANTARA FOTO
Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Tiga desa di Lombok Tengah siap menyongsong MotoGP 2021. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah mengunjungi desa-desa di lingkar bandara Penujak, Tanaq Awu, Sengkol, dan Ketara di Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (29/1), untuk melihat kesiapan tiga desa itu.

Dalam kunjungan pertama Ummi Rohmi berkeliling mengunjungi Desa Penujak. Di desa itu, Ummi Rohmi beserta beberapa pejabat lainnnya berkeliling menikmati indahnya angkringan kuliner masyarakat. Dia menyaksikan secara langsung proses pembuatan gerabah yang merupakan pekerjaan sebagaian besar masyarakat tersebut.

"Wisatawan yang berkunjung akan menikmati enaknya kuliner khas Penujak. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa secara langsung belajar membuat gerabah. Ada puluhan jenis gerabah yang dibuat di Desa Penujak," ujarnya.

Selepas dari Desa Penujak, Ummi Rohmi bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tanaq Awu. Ummi Rohmi berdialog bersama masyarakat setempat dan meninjau rencana lokasi pembuatan pasar seni yang dirancang oleh Pemerintah Desa Tanaq Awu.

Menurut Ummi Rohmi, pasar seni tersebut sangat cocok dibuat di Desa Tanaq Awu dengan harapan pasar seni tersebut bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Apalagi, tahun 2021 NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP.

Warga Lombok Tengah, khususnya Tanaq Awu, tidak boleh hanya menjadi penonton. Adanya pasar seni nanti bisa semakin membuat wisatawan nyaman berada di NTB.

"Tanaq Awu harus menjadi corong perekonomian di daerah yang kita cintai ini," ucap Wagub.

Selanjutnya, dia mengunjungi Desa Sengkol dan Ketara. Di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, merupakan salah satu desa tertua di Lombok Tengah. Selain tertua, desa ini kaya akan budaya dan adat istiadat yang terus dilestarikan masyarakat.

Desa yang dihuni oleh sekitar 13 ribu jiwa lebih ini sangat mempertahankan kebudayaan lokal hingga kini. Hal inilah yang menjadi salah satu ikon wisata desa ini, salah satunya yakni di Kampung Ende Dusun Piang.

Desa ini juga merupakan salah satu desa yang wilayahnya masuk sebagai kawasan pengembangan pariwisata nasional KEK Mandalika. Tepatnya di Dusun Gerupuk Lauk, Dusun Ebangah dan Dusun Gerupuk Daye.

Untuk mempersiapkan kemajuan pariwisata di desanya, tahun ini Pemdes terus menggenjot program pendukungnya melalui program pemberdayaan, di antaranya melalui pelatihan pembuatan pakan ikan, pelatihan atau pendampingan kelompok usaha ekonomi produktif dan sejumlah program lainnya. Bahkan untuk mendukung itu, Pemdes juga perkuat usaha dari BUMDes.

Ummi Rohmi mengakhiri kunjungannya di Desa Ketara, Lombok Tengah.Ummi Rohmi memperbanyak dialoq bersama tokoh adat, tokoh pemuda, beserta tokoh agama.

Namun demikian, Ummi Rohmi mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi supaya desa wisata lingkar bandara tersebut menjadi lebih baik. Misalnya masalah kebersihan, masyarakat diharapkan menjaga lingkungan desa wisata tersebut dengan memulai memilah sampah dari rumah.

"Kebersihan dan pengelolaan sampah mesti ketat, sehingga tempat ini memiliki nilai jual yang tinggi. Wisata Kuliner juga kalau bisa ada aturan tidak membolehkan menggunakan plastik," katanya.


Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA