Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Usia Balita Sama Pentingnya dengan 1.000 Hari Pertama Anak

Kamis 30 Jan 2020 09:19 WIB

Rep: Gumanti Awal/ Red: Reiny Dwinanda

  Pengecekan kesehatan dan tumbuh kembang balita. Masih ada ibu yang menganggap tumbuh kembang di usia balita bukan fase penting.

Pengecekan kesehatan dan tumbuh kembang balita. Masih ada ibu yang menganggap tumbuh kembang di usia balita bukan fase penting.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Masih ada ibu yang menganggap tumbuh kembang di usia balita bukan fase penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa balita menjadi fase penting bagi tumbuh kembang anak. Namun, ironisnya masih ada ibu yang menganggap tumbuh kembang anak usia satu hingga lima tahun bukan fase penting.

Baca Juga

Survei tumbuh kembang anak yang dilakukan Nestle Dancow dan The Asian Parent pada Januari 2020 menunjukkan kecenderungan tersebut. Survei ini melibatkan 391 responden, yaitu ibu dengan anak usia satu sampai lima tahun.
 
Responden tersebar di beberapa kota di Indonesia, terutama Jakarta, Medan, Bandung dan Makassar. Dari 391 ibu yang disurvei, 68,3 persen di antaranya percaya bahwa tumbuh kembang anak di usia satu sampai lima tahun sama pentingnya dengan 1.000 hari pertama anak. Namun, lima persen ibu menganggap tumbuh kembang anak usia pada periode tersebut bukan fase penting.
 
Brand Solutions Manager The Asian Parent Indonesia Titi Akmar menjelaskan, usia balita merupakan masa penting karena itu akan menjadi pondasi dasar bagi perkembangan tahap selanjutnya. Di masa balita, kemampuan kognitif, bahasa, emosional, dan perilaku sosial anak mengalami perkembangan yang pesat dan dramatis.
 
"Ketika si kecil berusia satu hingga lima tahun, ibu juga harus memastikan kebutuhan gizi dan nutrisi anak terpenuhi supaya tumbuh kembang anak menjadi optimal, apalagi di usia itu ada banyak tahapan penting," kata Titi.
 
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita memang tidak mudah. Sebab, saat itu si kecil cenderung pilah-pilih makanan (50,5 persen).
 
Faktanya, pilah-pilih makanan menjadi salah satu penyebab kekurangan mikro nutrisi, seperti vitamin dan mineral. Selain itu, di usia balita anak juga lebih rentan infeksi (49,9 persen) dan kecanduan gawai (43 persen).
 
"Maka dari itu orang tua harus proaktif agar pada usia 1-5 tahun si kecil bisa tumbuh dengan optimal," jelas Titi.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA