Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

100 Hari Pemerintahan, Wapres Akui Ada Perlambatan Ekonomi

Rabu 29 Jan 2020 17:05 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1).

Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Perlambatan ekonomi berdampak terhadap konsumsi masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui saat ini memang terjadi perlambatan ekonomi yang berdampak terhadap konsumsi masyarakat Indonesia. Ini juga yang kemudian membuat masyarakat mengeluhkan kehidupan ekonomi terasa sulit saat ini.

Baca Juga

"Sekarang ini memang ada terjadi pelambatan sehingga mempengaruhi kita terhadap kenaikan-kenaikan dan tentu saja pasti mempengaruhi soal konsumsi, karena itu pertumbuhan kita menurut sekarang ini menurun 5,1 persen," ujar Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1).

Kendati demikian, Ma'ruf menyebut pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih di atas rata rata pertumbuhan secara global. "Tapi masih di atas pertumbuhan negara-negara lain bahkan jauh diatas pertumbuhan global, jadi masih bagus kata orang Jawa, masih syukurlah," ujar Ma'ruf.

Karena itu, untuk mengatasi perlambatan ekonomi tidak berdampak ke konsumsi masyarakat, pemerintah berupaya mendatangkan banyak investasi ke Indonesia. Dengan begitu, investasi akan terus menggenjot perekonomian nasional.

"Mudah-mudahan dengan adanya investasi nanti yang kita genjot melalui berbagai penyederhanaan perizinan, melalui omnibus law, investor akan masuk, investasi akan masuk dan ini akan mendorong pertumbuhan, pendapatan pun akan naik lagi," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA