Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Bisakah Cryptocurrency Lindungi Negara-Negara dari Sanksi AS?

Rabu 29 Jan 2020 16:41 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Bisakah Cryptocurrency Lindungi Negara-Negara dari Sanksi AS?. (FOTO: Unsplash/Viktor Forgacs)

Bisakah Cryptocurrency Lindungi Negara-Negara dari Sanksi AS?. (FOTO: Unsplash/Viktor Forgacs)

Negara-negara seperti Venezuela dan Iran menghadapi flight-to-quality

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Boom Bust RT bersama CEO Bitsian, Raakhee Miller, membahas bagaimana negara-negara yang menghadapi sanksi keras AS telah mengeksplorasi wartaekonomi.co.id/tag18414/cryptocurrency.html">cryptocurrency dalam upaya melindungi ekonomi mereka dari kerusakan.

"Negara-negara ini melihat cryptocurrency sebagai cara untuk menghindari sanksi. Namun, mata uang mereka sendiri menghadapi banyak devaluasi dan kurangnya kepercayaan dari rakyat mereka sendiri," kata Miller kepada Boom Bust RT, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Masuki Tahun Tikus Logam, Diprediksi Menjadi Tahunnya Aset Kripto

Miller mengatakan, negara-negara seperti Venezuela dan Iran menghadapi flight-to-quality sehingga bitcoin menjadi lebih dapat dipercaya masyarakat untuk menjaga aset mereka. Namun, masih belum jelas apakah hal ini akan sepenuhnya membantu menutupi sanksi ekonomi.

"Jika ini adalah cara untuk menghindari sanksi dan untuk membuat sistem perbankan mereka lebih tahan terhadap sanksi, belum terlihat. Karena pada akhirnya, mata uang crypto didukung oleh mata uang berdaulat yang menghadapi masalah ini. Jadi, masih harus dilihat apakah ini akan efektif dalam transaksi lintas batas," pungkas Miller.

Menurut laman Coinvetasi, cryptocurrency atau mata uang crypto adalah mata uang digital atau virtual yang dirancang sebagai alat tukar. Mata uang ini menggunakan sistem kriptografi untuk mengamankan dan memverifikasi setiap transaksi serta untuk mengontrol pembuatan unit-unit baru dari suatu cryptocurrency tertentu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA