Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Gegara Inggris Gandeng Huawei di 5G, Amerika Serikat Kalang Kabut! Trump Sampai Lakukan . . . .

Kamis 30 Jan 2020 05:05 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gegara Inggris Gandeng Huawei di 5G, Amerika Serikat Kalang Kabut! Trump Sampai Lakukan . . . .. (FOTO: Reuters/Leah Millis)

Gegara Inggris Gandeng Huawei di 5G, Amerika Serikat Kalang Kabut! Trump Sampai Lakukan . . . .. (FOTO: Reuters/Leah Millis)

London kekeuh memberikan izin kepada perusahaan China itu.

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Baca Juga

Karena keputusan London untuk memberi lampu hijau kepada Huawei dalam pengembangan jaringan 5G, Presiden Amerika Serikat (AS) wartaekonomi.co.id/tag13148/donald-trump.html">Donald Trump mesti mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Meski diimbau untuk tak memakai teknologi Huawei dalam jaringan 5G, London kekeuh memberikan izin kepada perusahaan China itu, Selasa (28/1/2020).

"Keduanya akan membahas masalah-masalah regional dan bilateral yang kritis, termasuk keamanan telekomunikasi," kata Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere, dikutip dari Reuters, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga: Takut Ancam Bisnis Perusahaan AS, Administrasi Trump Batal Rilis Aturan Batasi Ekspor ke Huawei

London memberi peran terbatas pada Huawei dalam jaringan seluler 5G di Inggris; mengindikasikan kalau negara itu menantang Washington.

AS telah mengimbau para sekutunya untuk tidak melibatkan Huawei dalam persiapan dan pengembangan jaringan 5G di negara mereka masing-masing karena Paman Sam menilai teknologi Huawei dapat digunakan sebagai alat mata-mata Pemerintah China.

Huawei telah berulang kali membantah tudingan tersebut. Meski begitu, ketegangan antara AS dan Huawei masih terus berlangsung; sampai membuat Huawei tidak bisa menggunakan aplikasi Google dan sistem operasi Android sebebas dulu.

Perusahaan China yang didirikan oleh Ren Zhengfei itu juga dimasukkan ke dalam Daftar Hitam Perdagangan AS sejak Mei 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA