Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Gegara Virus Corona, Apple Gagal Produksi Perangkat . . . Sudah Pesan 65 Juta Unit Baru!

Rabu 29 Jan 2020 11:28 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gegara Virus Corona, Apple Gagal Produksi Perangkat . . .  Sudah Pesan 65 Juta Unit Baru!. (FOTO: REUTERS/Florence Lo)

Gegara Virus Corona, Apple Gagal Produksi Perangkat . . . Sudah Pesan 65 Juta Unit Baru!. (FOTO: REUTERS/Florence Lo)

Perusahaan AS itu meminta pemasoknya untuk membuat hingga 80 juta iPhone.

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Apple berniat meningkatkan produksi wartaekonomi.co.id/tag30267/iphone.html">iPhone hingga 10 persen pada semester pertama tahun ini. Namun, tampaknya rencana itu akan terhambat karena adanya wabah virus corona yang menyebar ke seluruh China.

Perusahaan Amerika Serikat (AS) itu meminta pemasoknya untuk membuat hingga 80 juta iPhone pada paruh pertama 2020, menurut laporan Nikkei Asian Review (NAR), Selasa (28/1/2020).

"Apple telah memesan pesanan hingga 65 juta iPhone lama dan 15 juta unit model baru yang bakal mengudara pada Maret mendatang," menurut laporan NAR.

Baca Juga: Pemasok Apple Bangun Pabrik Baru di . . . , Demi Kuasai Pasar

Produksi masif yang awalnya akan digelar mulai minggu ketiga Februari itu agaknya akan tertunda di tengah meletusnya wabah virus corona.

Sejauh ini, wabah virus corona sudah membunuh 107 orang dan menginfeksi 4.474 orang di berbagai belahan dunia; China, Hong Kong, Thailand, Macau, Australia, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Prancis, Vietnam, Kamboja, Kanada, Jerman, Nepal, Sri Lanka, dan Pantai Gading.

Saham Apple naik sekitar 86% pada 2019, mengungguli kenaikan 29% dalam indeks S&P 500. Saham turun hampir 3% pada US$308,95 pada penutupan Senin (27/1/2020) karena kecemasan terhadap virus corona.

Sekadar informasi, Apple akan melaporkan pendapatan kuartal pertama setelah pasar tutup hari ini. Sayangnya, pembuat iPhone itu tak segera menanggapi permintaan berkomentar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA