Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

RS dan Puskesmas di Sukabumi Waspadai Virus Corona

Rabu 29 Jan 2020 09:12 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas keamanan berjaga di depan Ruang Isolasi Infeksi Khusus untuk pasien yang terkena virus corona (ilustrasi)

Petugas keamanan berjaga di depan Ruang Isolasi Infeksi Khusus untuk pasien yang terkena virus corona (ilustrasi)

Foto: Abdan Syakura
Antisipasi dilakukan dengan menyediakan ruangan khusus di Puskesman dan rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Beragam cara dilakukan untuk mewaspadai penyebaran Virus Corona. Misalnya yang dilakukan sarana kesehatan di Kota Sukabumi seperti menyiapkan ruangan khusus untuk penanganan kasus penyakit tersebut.

Baca Juga

Pemerintah Kota Sukabumi melakukan langkah antisipasi penyebaran dan pencegahan datangnya virus corona yang berasal dari China. Kesiapsiagaan ini dilakukan dengan menyiapkan ruangan khusus di RSUD R Syamsudin dan kewaspadaan di semua puskesmas.

"Dinas kesehatan (dinkes) dan RSUD menyiapkan berbagai hal seandainya ada kemungkinan ketika virus ini ada di Sukabumi," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Rabu (29/1). Misalnya RSUD R Syamsudin menyiapkan ruangan khusus dan dinkes melalui puskesmas diminta waspada untuk segera deteksi dan berkoordinasi dengan aparat wilayah.

Di sisi lain kata Fahmi, pemkot juga memberikan imbauan agar masyarakat jangan resah. Ketika ada warga merasa gejala sama dengan terkena virus Corona segera periksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Humas RSUD R Syamsudin SH M Yusuf Ginanjar mengatakan, rumah sakit tersebut sudah menyiapkan ruangan isolasi untuk menangani virus Corona. "Ruangan isolasi disiapkan, namun saat ini masih belum ada yang ditangani," kata dia.

Antisipasi pencegahan virus corona juga sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Nomor 440/116/Dinkes tertanggal 23 Januari 2020 tentang Pemberitahuan Kesiapsiagaan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang Belum Diketahui Etiologinya. Terbitnya surat ini mengacu pada surat kepala Dinas Kesehatan Jabar tanggal 14 Januari 2020 tentang Kesiapsiagaan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang Belum Diketahui Etiologinya.

"Kami telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam pencegahan penyebaran virus Corona," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Sukabumi, Lulis Delawati, Senin (27/1). Misalnya dengan memberikan sosialisasi dan edukasi serta pemahaman mengenai pencegahan penyebaran virus v orona.

Selain itu kata Lulis, Dinkes mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit dan Fasyankes yang berisi empat poin. Pertama layanan kesehatan baik fasyankes primer maupun rujukan milik pemerintah dan swasta melakukan deteksi, pencegahan, respons dan antisipasi munculnya kasus pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas seperti di China.

Kedua, jika ditemukan kasus maka dilakukan tatalaksana, isolasi, dan dilakukan segera secara berjenjang dengan surveilans ke Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan diteruskan ke Dinkes Provinsi Jabar dan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ketiga, jika ditemukan kelompok atau kluster dari kasus-kasus tersebut di wilayah Kota Sukabumi agar dilakukan investigasi dan penanggulangan sesuai aturan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut agar tidak meluas menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Keempat agar seluruh fasyankes memantau perkembangan kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya di media mainstream untuk mengambil langkah yang diperlukan. Lulis menuturkan, sarana rumah sakit di Kota Sukabumi khususnya RSUD R Syamsudin SH siap menangani kasus tersebut. Sebab rumah sakit itu merupakan rumah sakit rujukan. Namun hingga kini belum ada laporan kasus.

Upaya lainnya dengan memberikan masker kepada warga yang akan berangkat ke bandara di pool bhs Damri tujuan Bandara Soekarno-Hatta pada Senin. Selain itu mendorong warga meningkatkan upaya kebersihan lingkungan dan menjaga ketahanan tubuh.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA