Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Dua Warga Gunung Kidul Positif Antraks

Selasa 28 Jan 2020 21:57 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Vaksinasi Pencegahan Antraks. Petugas Dinas Pertanian dan Pangan bersiap memvaksin hewan ternak warga di Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (22/1). Diskominfo Gunung Kidul menyatakan dua warga Gunung Kidul positif antraks. Ilustrasi

Vaksinasi Pencegahan Antraks. Petugas Dinas Pertanian dan Pangan bersiap memvaksin hewan ternak warga di Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu (22/1). Diskominfo Gunung Kidul menyatakan dua warga Gunung Kidul positif antraks. Ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan
Diskominfo Gunung Kidul menyatakan dua warga Gunung Kidul positif antraks

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyatakan dua warga di Kecamatan Semanu dan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali dinyatakan positif antraks. Keduanya menambah daftar jumlah warga terkena antraks menjadi 30 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunung Kidul Kelik Yuniantoro mengatakan hari ini Dinas Kesehatan melaporkan dalam rapat koordinasi bahwa total jumlah Gunung Kidul yang positif antraks sebanyak 30 orang. "Berdasarkan laporan Dinkes, dua warga positif antraks merupakan warga Kecamatan Semanu dan Saptosari yang berprofesi sebagai petani dan jagal," kata Kelik, Selasa (28/1).

Ia mengatakan berdasarkan analisa sementara dari Dinkes, keduanya terpapar penyakit yang berasal dari bakteri Bacillus anthracis saat mengelola pupuk kandang. "Saat ini, Dinkes dan OPD terkait sedang mencari riwayatnya bisa kena antraks. Untuk yang positif Semin kemarin karena banyak berinteraksi dengan sapi, profesinya sebagai tukang jagal," jelas Kelik.

Namun demikian, Kelik memastikan bahwa 30 warga yang dinyatakan positif antraks kondisi kesehatannya sudah membaik. Ia juga mengimbau warga selalu menerapkan perilaku hidup sehat.

"Kalau di kandang seharusnya memakai sepatu bot, kaos tangan, dan harus lebih berhati-hati," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawati mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan 2 x 60 hari di lokasi pertama yakni Dusun Ngrejek Timur sejak 28 Desember 2019 lalu. "Di kecamatan karena baru, mulai awal lagi, dan pemantauan lingkungan 2 X 60 hari," katanya.

Dewi mengatakan pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena sesuai instruksi rapat koordinasi semua sudah diserahkan ke Diskominfo Gunung Kidul. "Untuk lebih jelasnya langsung ke Kepala Dinas Kominfo," demikian kata Dewi Irawati.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA