Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Mari Pangestu Sebut Corona Berpotensi Pengaruhi Perdagangan

Selasa 28 Jan 2020 15:48 WIB

Red: Indira Rezkisari

Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu

Foto: Antara
Saat ini virus corona belum mempengaruhi arus perdagangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom senior Mari Elka Pangestu mengatakan dampak wabah virus corona berpotensi merembet ke sektor perdagangan selain pariwisata. Terutama jika penyebaran virus corona sulit disetop.

"Kalau dia (virus corona) mulai mempengaruhi arus barang dan ini masih belum terjadi, mudah-mudahan tidak terjadi," katanya usai hadir dalam peluncuran Laporan Pembangunan Dunia (WDR) di Jakarta, Selasa (28/1).

Mari yang per 1 Maret 2020 menjadi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia itu memberikan gambaran saat pengalaman mewabahnya virus SARS sebelumnya. Saat itu, imbuh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2011-2014, pengusaha tidak bisa berbisnis dan berinvestasi karena arus barang terhenti.

Jika ekonomi China terpukul sebagai dampak virus corona, ia memperkirakan Indonesia juga bisa kena imbas. Karena negeri panda itu menjadi salah satu mitra dagang utama RI.

"Kita akan terpengaruh kalau China (ekonominya) slow down, dia impor batubara dan kelapa sawit, tapi masih belum terlihat dampaknya semoga langkah bisa dilakukan bisa setop penyebaran virus," imbuh mantan Menteri Perdagangan 2004-2011 itu.

Sementara itu, untuk sektor pariwisata sudah terkena imbas dengan penghentian sementara rute penerbangan dari dan ke Wuhan. Yaitu daerah yang pertama teridentifikasi virus corona, oleh maskapai domestik.

"Sepertinya ini sudah berdampak ke pariwisata. Mereka susah keluar dan negara yang menerima juga ketat, takut terkait penyebarannya. Mungkin yang akan kelihatan dampak ke pariwisata. Kalau (arus) barang belum kelihatan," ucapnya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi jumlah kasus infeksi virus corona tipe baru (2019-nCov) bertambah menjadi 2.798 secara global per 27 Januari 2020.

Di China, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taipei, menurut WHO, ada 2.741 kasus positif dan 5.794 kasus dugaan infeksi virus corona baru. Sudah 461 yang sakit parah dan 80 orang yang meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.

Sementara di luar China, ada 37 kasus infeksi virus corona baru yang tersebar di 11 negara yakni Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Amerika Serikat, Kanada dan Prancis.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA